Menko Luhut Sanjung Keberanian Presiden Jokowi: Lihat Freeport, Rokan dan Mahakam

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 320 2012047 menko-luhut-sanjung-keberanian-presiden-jokowi-lihat-freeport-rokan-dan-mahakam-ds41IoTHtk.jpg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA - Keberhasilan pemerintah mengambil alih saham PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapatkan pujian dari berbagai pihak. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi semua pihak di wilayah Kementerian/Lembaga dan juga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.

Namun, Menteri Koordiantor bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut di balik keberhasilan pemerintah untuk merebut 51% saham Freeport Indonesia adalah keberanian dari sosok Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, Presiden Jokowi mempunyai keberanian yang kuat untuk mengambil alih perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut kepangkuan Ibu Pertiwi, sehingga berat apapun cobaannya terus dicoba.

 Baca Juga: Jelang Tutup Tahun, Presiden Jokowi Pamer RI Kuasai Blok Mahakam hingga Rokan

Menurut Luhut, pengalamannya pindah-pindah jabatan di Kementerian dan Lembaga pemerintahaan, masalah Freeport akan selalu mendapatkan tekanan dari dalam maupun luar negeri. Sebab masalah terebut menyangkut hubungan kedua negara dan pertaruhannya adalah jabatannya sebagai pimpinan.

"Freeport itu paling banyak tekanan, saya sempat menjadi Kepala Staf Kepresidenan, menjadi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pressure (Freeport itu keras)," ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Namun lanjut Luhut, ketika itu Presiden Jokowi tatap ngotot dan tidak peduli akan tekanan tersebut dan tetap melanjutkan proses pengmabil alihan saham Freeport. Karena menurnty, pengambil alihan saham Freeport itu adalah demi kepentingan masyarakat Indonesia khusus Papua yang selama ini kekayaannya dikeruk.

"Tapi Presiden (Jokowi) bilang, sepanjang ini kepentingan nasional, kita maju terus, kita maju. Jadi kalau ada orang bilang Presiden Jokowi tidak berani, yang ngomongnya (yang) tidak berani. I am improve itu. Jadi Anda enggak usah khawatir, kalau politik bilang begini ya kita lihat saja lah," tegasnya.

 Baca Juga: Kuasai Freeport hingga Blok Rokan, Presiden Jokowi: Bangsa Kita Semakin Berdaulat

Tak hanya Freeport lanjut Luhut, Presiden Joko Widodo juga memutuskan untuk tidak memperpanjang beberapa blok migas yang sempat dikuasai asing. Sebut saja blok Rokan dan blok Mahakam yang akhirnya diambil alih oleh PT Pertamina (Persero).

"Kita beruntung ada satu Presiden yang namanya Joko Widodo yang saya kenal lebih dari 12 tahun yang berani membuat keputusan yang berani mendengar saran enak dan tidak enak. Berani bertanggung jawab dan betul-betul berfikir bottom simple. What ever cost is kita ambil. Anda lihat Rokan, Anda lihat Freeport, Anda lihat Mahakam," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini