nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin: Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp13.800/USD

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 15:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 278 2012483 menko-darmin-rupiah-berpeluang-menguat-ke-rp13-800-usd-j215bTj5Jo.jpeg Uang Rupiah (Foto: Kurniasih/Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Berdasarkan Bloomberg Dollar Index, Kamis (18/1/2019) pukul 14:20 WIB, kurs Rupiah berada di level Rp13.962 per USD. Dengan demikian, rupiah menguat 2,97% sejak awal 2019.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, Rupiah masih memiliki ruang terus menguat, sebab saat ini belum mencapai nilai fundamentalnya. Pasalnya, sebelum bergejolak di tahun lalu mata uang Garuda itu bertengger di level Rp13.800 per USD.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp13.900, Kemenkeu: Bukti Ekonomi Indonesia Tidak Krisis

"Belum fundamentalnya, masih ada ruang (penguatan). Jangan lupa dulu sebelum gejolak terjadi, di awal tahun lalu, waktu itu kurs hanya Rp13.800-an per USD," katanya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Menurut Darmin, penguatan Rupiah yang signifikan saat ini terjadi karena pelemahan yang signifikan di tahun lalu. Seperti diketahui, sepanjang 2018 ekonomi global bergejolak akibat normalisasi kebijakan moneter AS, kondisi ini berimbas pada ekonomi domestik sebab memukul nilai tukar Rupiah.

rupiah

"Jadi ya naik (menguat) tentu saja karena ada pelemahan (tahun lalu), tapi tidak akan (bertahan) di kisaran Rp14.000 per USD, dia akan di kisaran Rp13.000 per USD," jelasnya.

Meski demikian, Darmin menekankan, pergerakan kurs Rupiah masih bergantung pada kondisi perekonomian global. Terlebih tahun ini ketidakpastian global diperkirakan masih berlanjut.

"Tergantung ekonomi dunia apa yang terjadi, ekonomi kita apa yang terjadi. Jadi jangan dianggap itu otomatis (langsung menguat ke lebel fundamental). Tapi nilai fundamentalnya, seharusnya Rupiah masih lebih kuat dari yang sekarang," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini