nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Tembus Rp13.900, Kemenkeu: Bukti Ekonomi Indonesia Tidak Krisis

Rikhza Hasan, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 10:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 278 2012284 rupiah-tembus-rp13-900-kemenkeu-bukti-ekonomi-indonesia-tidak-krisis-epGohbJSs7.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti mengatakan kondisi ekonomi Indonesia tidak krisis, bahkan kondisi ekonomi Indonesia dinilai sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai tukar rupiah terhadap USD yang kemarin menguat di level Rp13.973 atau 1,13% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

“Indonesia tidak krisis, kondisi ekonomi Indonesia sangat baik,” ujarnya lewat akun facebook pribadinya, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Dia menambahkan, hal tersebut terjadi setelah Bank Sentra Amerika Serikat, The Fed berlaku konservatif dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5%. Dia juga menulis, The Fed menyatakan, komite akan bersabar dalam menemukan kenaikan suku bunga acuan berikutnya.

Baca Juga: Dolar AS Lesu, Rupiah Makin Kokoh di Rp13.972/USD

Sebagai dampaknya, dia menambahkan, arus modal berlarian dari US dan membuat USD melemah. Di kawasan Asia, rupiah menguat paling moncer bila dibanding Ringgit (+0,35%), Dollar Singapura (+0,07%), Baht (+0,53%), Peso (+0,48%), Yen (+0,27%), Yuan (+0,09%) dan Dollar Taiwan (+0,11%).

“Jadi naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memang sangat terpengaruh kondisi global, terutama Amerika. Saat rupiah sempat melemah dan nilai dolar melambung tinggi, beberapa pihak menuduh pemerintah selalu menyalahkan kondisi global terutama naiknya suku bunga The Fed. Padahal memang faktanya seperi itu,” jelasnya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin 

Saat rupiah melemah, pemerintah dan bank Indonesia tidak tinggal diam. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang bertugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selalu berlaku profesional dan independen. Kementerian Keuangan juga membuat berbagai kebijakan untuk memacu ekspor dan mengendalikan impor.

Dia mengatakan, pilihan investor untuk membawa arus modal masuk ke Indonesia tentu saja merupakan bentuk kepercayaan akan stabilitas ekonomi dan keamanan berinvestasi di Indonesia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini