nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raih Rp2,5 Triliun, Indoritel Makmur Jaminkan Saham Anak Usaha

Rabu 13 Februari 2019 13:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 278 2017291 raih-rp2-5-triliun-indoritel-makmur-jaminkan-saham-anak-usaha-1UDMfAwuTg.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kantongi pinjaman senilai Rp2,5 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mendapatkan restu dari para pemegang saham untuk menjaminkan harta kekayaan perseroan berupa gadai saham PT Indomarco Prismatama, PT Fastfood Indonesia Tbk dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

“Kita meminta persetujuan untuk melakukan gadai saham. Karena kami melakukan pinjaman traksaksi khusus senilai Rp2,5 triliun dari PT Bank Mandiri,” kata Presiden Direktur Indoritel Makmur Internasional Haliman Kustedjo seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

 Baca Juga: Indoritel Makmur Ngutang Rp2,50 Triliun, Uangnya Dipakai Buat Apa?

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), para pemegang saham telah memberikan persetujuan untuk menggadaikan saham sebagai jaminan pinjaman transaksi khusus senilai Rp2,5 triliun dari Bank Mandiri.

Adapun pada 19 Desember 2018, DNET telah menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Mandiri senilai Rp2,5 triliun. Pinjaman tersebut berjangka 3 tahun dengan opsi perpanjangan 2 tahun dan suku bunga 9,00% yang dapat berbah sesuai ketentuan yang berlaku dari Bank Mandiri.

Haliman menyampaikan, pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendanai kebutuhan dan pengembangan bisnis yang semakin maju. Dirinya mengaku bahwa target layanan fiber optik di 103 kota dan 14 propinsi yang ditetapkan pada tahun lalu telah tercapai dan perseroan siap untuk menambah belanja untuk ekspansi lagi.

Sebagai informasi, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk melalui anak usahanya PT Mega Akses Persada (MAP) telah realisasikan pemasangan fiber optik di 103 kota di 14 provinsi.

 Baca Juga: Ditopang Serat Optik, Pendapatan Indoritel Naik 140%

Dengan begitu, sesuai perencanaan awal perusahaan panjang serat yang digelar oleh Indoritel menjadi 10.877 kilometer (km). Ke depannya, Haliman tidak menyebutkan secara gamblang terkait rencana ekspansi pada jaringan fiber optik.

Disebutkan, rencana perusahaan selanjutnya adalah membidik pengembangan jaringan serat optik baru. Agenda tersebut menyasar 200 kota di Indonesia. Terkait rencana tersebut, Haliman pun masih enggan menuturkan belanja modal yang disiapkan perusahaan. Selain itu, dia juga masih enggan menyampaikan terkait target-target perusahaan di tahun ini.

"Kalau itu tunggu nanti RUPS tahunan," ungkapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini