nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peluang Industri Baja RI dengan Teknologi 4.0

Rany Fauziah, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 17:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017484 peluang-industri-baja-ri-dengan-teknologi-4-0-WiknZiBDTX.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Di tengah pembangunan infrastruktur yang masif, pemerintah kini fokus pada pengembangan investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi saat ini membawa gelombang revolusi industri 4.0.

Berbagai industri mulai berbenah dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Hal ini termasuk industri baja di Tanah Air. Kondisi tersebut memberikan peluang dan tantangan bagi industri baja.

Menurut data dari Himpunan Ahli Pengecoran Indonesia (Hapli), saat ini Indonesia memiliki kapasitas produksi 360.000 ton oleh 164 perusahaan pengecoran. Sementara kebutuhan di 2018 saja melebihi kapasitas yang ada, yakni 546.000 ton untuk konstruksi dan manufaktur.

Baca Juga: Mendag Revisi Aturan Impor Baja

Untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya produksi, perusahaan-perusahaan Indonesia siap mengadopsi teknologi yang mendukung industri 4.0.

"Beberapa perusahaan pengecoran mau tidak mau harus segera menuntaskan teknologi pengecoran 3.0 mereka karena dalam waktu dekat mereka harus memasuki pengecoran 4.0," ujar Ketua Umum Hapli R Widodo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Menjawab peluang dan tantangan tersebut, pelaku industri dapat mengikuti Gifa, Metec, Thermprocess, Newcast (GMTN), pameran bisnis berskala internasional untuk industri logam dan baja akan kembali digelar oleh Messe Düsseldorf pada 25-29 Juni 2019 di Duesseldorf, Jerman.

Acara empat tahunan ini bermanfaat bagi para pelaku industri pengecoran, metalurgi, thermoprocess, dan casting presisi.

Untuk memaksimalkan persiapan pameran dan potensi kerja sama antara Jerman dan Indonesia, Messe Düsseldorf menggelar pertemuan dengan sekitar 100 pengusaha industri logam dan baja Indonesia di Jakarta hari ini.

Baca Juga: Begini Cara RI Hadapi Serbuan Baja Impor

Indonesia merupakan basis produksi yang diminati investor-investor dunia. Pemulihan ekonomi dan pertumbuhan industri mesin yang stabil selama beberapa tahun terakhir menunjukkan produsen Indonesia siap melakukan ekspansi dan tengah mencari teknologi produksi yang ditingkatkan dan peningkatan efisiensi untuk bersaing di pasar dunia.

Friedrich-Georg Kehrer selaku Global Director for Metals & Flow Technologies Messe Düsseldorf menjelaskan, GMTN meliputi spektrum luas untuk aktivitas yang bergerak di bidang teknologi pengecoran, metalurgi, teknologi proses thermo, dan produk casting, serta merupakan pintu menuju pasar dunia. Ajang bagi para pelaku industri logam dan baja ini untuk mendapatkan informasi teknologi terkini untuk diterapkan di pasar masing-masing negara.

"Melalui pameran ini, perdagangan antara Jerman dan Indonesia akan diintensifkan, di mana industri konstruksi mesin Jerman yang terkenal dalam memproduksi logam presisi berkualitas tinggi tetap menjadi andalan Jerman dalam hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jerman," jelas Friedrich-Georg Kehrer.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini