nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moodys Prediksi Penerbitan Sukuk Global Pulih Tahun Ini

Kamis 21 Februari 2019 12:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 21 20 2020954 moodys-prediksi-penerbitan-sukuk-global-pulih-tahun-ini-ZRVz0kJb3k.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service pada Selasa bahwa mereka memperkirakan penerbitan sukuk negara (obligasi syariah) global pulih tahun ini dan melampaui volume rekor tertingginya pada tahun 2020.

Lembaga pemeringkat itu mengatakan dalam sebuah laporan bahwa permintaan akan didorong oleh kebutuhan pembiayaan defisit yang lebih tinggi di tengah harga minyak moderat dan kebutuhan refinancing sukuk yang lebih tinggi terutama di Malaysia, karena emiten-emiten besar secara bertahap meningkatkan porsi sukuk dalam total penerbitan bersih mereka.

"Pada tahun 2020, kami memperkirakan total penerbitan sukuk negara bruto, termasuk sekuritas-sekuritas jangka pendek, melampaui rekor tertinggi sepanjang masa, yakni USD93 miliar yang tercapai pada 2012," tambahnya, dikutip kantor berita Antara, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga: Pemerintah Serap Rp8,12 Triliun dari Lelang Sukuk

Penerbitan sukuk negara bruto global menurun sebesar lima persen menjadi USD78 miliar pada tahun 2018, dari USD82 miliar pada tahun 2017. "Dalam jangka menengah, penerbitan surat utang negara bruto akan naik lebih lanjut saat sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah-pemerintah Dewan Kerja Sama Teluk mulai jatuh tempo," agen pemeringkat menambahkan.

Di Indonesia, pemerintah menyerap dana Rp8,12 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp21,32 triliun. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebutkan jumlah dana diserap memenuhi target indikatif sebesar Rp8 triliun.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS01082019 mencapai Rp1,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,48269%dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 1 Agustus 2019 sebesar Rp7,4 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,4375% dan tertinggi 7,25%. Jumlah dimenangkan untuk seri PBS014 sebesar Rp2,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,68996% dan tingkat imbalan 6,5%.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Sukuk Wakalah Global USD2 Miliar

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp6,54 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,5 persen dan tertinggi 7,90625%. Untuk seri PBS019, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,62 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,89674% dan tingkat imbalan 8,25%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 September 2023 ini mencapai Rp1,9 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 7,78125% dan tertinggi 8,25%.

Untuk seri PBS021, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,10316 persen dan tingkat imbalan 8,5%. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 November 2026 ini mencapai Rp2,5 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,03125% dan tertinggi 8,40625 persen. Pemerintah tidak memenangkan penawaran untuk seri PBS002, karena lelang sudah mencapai target indikatif, meski penawaran mencapai Rp2,81 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 8,53125% dan tertinggi 8,84375%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini