nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Data Jadi Tambang Baru, Sri Mulyani: Saya Tahu Masyarakat yang Beli Martabak

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 13:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 25 320 2022459 data-jadi-tambang-baru-sri-mulyani-saya-tahu-masyarakat-yang-beli-martabak-3kdE69wb8h.png Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pentingnya sebuah data bagi institusi dan perubahan. Khususnya dalam menyambut revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah dicanangkan pemerintah.

Sri Mulyani menjelaskan, instansi baik pemerintahan maupun non pemerintahan harus bisa menyediakan data secara real-time dan cepat. Oleh karenannya penggunaan teknologi digital sangat diperlukan di sini untuk mendapatkan sebuah data yang akurat dan cepat.

"Di dalam revolusi industri 4.0 muncul bisnis model. Kegiatan yang sifatnya customer sentrik. Artinya kita semua tahu bahwa data menjadi sangat penting," ujarnya di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (25/2/2019).

 Baca Juga: RI Punya Potensi Besar Implementasikan Industri 4.0

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, saat ini sudah tidak diperlukan lagi sebuah kuesioner untuk mendapatkan data. Sebab seluruh data sudah tersedia dan ter-capture lewat teknologi digital.

"Data itu sebelumnya kalau kita ingin tahu siapa yang menggunakan menggunakan survei. Sekarang tidak perlu lewat kuesioner tapi udah di capture pakai teknologi," jelasnya.

Dirinya mencontohkan, pemerintah bisa mengetahui berapa jumlah masyarakat yang biasa membeli martabak. Tak hanya itu, pemerintah juga bisa mengetahui siapa saja dan jenis martabak apa yang paling banyak disukai oleh masyarakat.

 Baca Juga: Sri Mulyani Ibaratkan Data sebagai 'Tambang Baru'

Pemerintah cukup meminta datanya kepada perusahaan aplikasi seperti Go-Jek ataupun Grab. Karena kedua perusahaan itu memiliki layanan pesan antar makanan yang mana di dalamnya sudah tercapture aktivitas penggunaannya.

"Karena transaksi sekarang menggunakan digital itu transaksi sudah ter-capture. Saya tahu hari ini berapa orang yang beli martabak, martabak apa yang dia suka," kata wanita yang kerap disapa Ani.

Contoh lainnya adalah bagaimana mengetahui jumlah masyarakat yang biasa belanja pakaian. Termasuk detailnya dari mulai warna, harga hingga jenis kelaminnya.

"Misalnya berapa untuk beli baju dalam satu tahun you don't have to survey. Cukup minta data dari Bukalapak, Tokopedia dan Shoppe itu ada datanya," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini