nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsep TOD, Stasiun Cisauk Jadi Mewah seperti Bandara Soetta

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 11:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 26 470 2022904 konsep-tod-stasiun-cisauk-jadi-mewah-seperti-bandara-soetta-qeArSwZJD4.jpg Foto: Istimewa

Konsep TOD ini sudah diterapkan dibanyak negara maju. Termasuk di negara tetangga Singapura. Dalam kawasan ini disiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang mobilitas dan kegiatan warga.

“Seperti tersedianya terminal antarmoda kereta api dan bus serta disiapkan juga fasilitas pendukungnya, mulai dari fasilitas perdagangan dan pendidikan serta hunian yang ada di wilayah BSD City,” ungkapnya.

TOD Intermoda BSD City ini tercatat jadi yang pertama di Indonesia sehingga diharapkan model pembangunan dan konsepnya yang terintegrasi diterapkan juga di wilayah lain untuk mendukung rasa nyaman dan aman bagi masyarakat. “Kami menyambut positif beroperasinya gedung baru Stasiun Cisauk ini. Diharapkan fasilitas tersebut bisa memberikan pengalaman dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik yang memadai,” kata Dhony.

Di tempat terpisah, Kepala Stasiun Cisauk Evan Dwi mengatakan, ada banyak perbedaan antara pembangunan CSK yang lama dan baru. Namun, yang mencolok, yakni empat eskalator dan lift serta akses keluarnya lebih banyak.

“Kita juga sekarang ada ruangan khusus tempat menyusui. Gate lama nanti juga akan ditutup dan penumpang diminta untuk menggunakan gate baru. Sedangkan untuk pembelian tiket, kita belum ada pembelian dengan mesin,” ujarnya. Saat ini baru ada mesin khusus untuk top up tiket saja sehingga pembeliannya masih manual. Namun, bertahap mesin pembelian tiket online juga akan diadakan di Stasiun Cisauk.

Sejak pembangunan dibuka pada 1 Februari 2019, sejumlah pekerjaan masih berlangsung. Beberapa bagian peninggalan bangunan lama juga masih terlihat. Terutama di bagian peron yang tidak banyak berubah dan tampak masih ada pekerjaan.

“Luas bangunan Stasiun Cisauk ini 4.834 m2 meliputi gedung stasiun lantai 1 dan 2, hall dan koridor, termasuk peron, jembatan penghubung, perkantoran, fasilitas umum, dan ruang MEP. Bisa sampai 5.500 penumpang dengan 132 perjalanan KRL terjadi di Stasiun Cisauk,” kata Evan. Dihubungi terpisah, VP Communication PT KCI Eva Chairunisa mengatakan CSK memiliki wajah baru.

Selain dari bentuknya, stasiun yang terletak di Jalan Cisauk Lapan, Sampora, Cisauk, Kabupaten Tangerang, ini juga memiliki fasilitas penunjang mumpuni.

“Yang paling mencolok dari pembangunan Stasiun Cisauk adalah bentuk bangunan stasiun terkesan futuristik dengan atap melengkung di bagian pintu masuk stasiun,” katanya kepada wartawan.

Pengembangan CSK yang lebih modern ini diharapkan bisa dimanfaatkan pengembang properti untuk membangun fasilitas penunjang lain disekitar stasiun. “Sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan bepergian. Itu sebabnya, kami mengharapkan nilai lebih dan kemudahan akses ini didukung juga oleh mereka. Kalau belum ada sarana jalan (pedestrian) di daerah yang terdekat, mohon mereka bisa membangunnya,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap pembangunan CSK ini sebagai bagian dari pengembangan Transit Oriented Living (TOL) merupakan implementasi konsep TOD yang mengintegrasikan stasiun kereta, terminal intermoda, pasar modern, dan perumahan.

“Ini merupakan kerja sama yang melibatkan perusahaan swasta dengan BUMN. Salah satu antisipasi yang dilakukan PT KCI sebagai anak perusahaan PT KAI nanti bertahap menambah jumlah gerbong kereta yang saat ini baru mencapai 10 gerbong menjadi 12 gerbong,” katanya. (Hasan Kurniawan)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini