Dampak ramainya penjualan berbasis elektronik juga dirasakan Sinambela (48) dan Arwan (59). Sinambela menyebutkan adanya penjualan online menyebabkan penjualan turun lebih dari 50%.
"Dulu biasanya kalau hari biasa bisa jual 20 buku per hari. Sekarang tiga sampai lima buku saja sehari. Pembeli kita sepertinya enggak mau capek," ujar Sinambela.
Sementara itu, Arwan bahkan menyebut penurun penjualan akibat ramainya e-commerce mencapai 90%.
"Dulu sih sesepi-sepinya laku 10 buku sehari, sekarang dalam seminggu dua hari enggak laku sama sekali sudah biasa," kata Arwan.
Menjamah online