nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Akan Serahkan 2.010 Sertifikat Tanah di Kendari

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 02 470 2024903 presiden-jokowi-akan-serahkan-2-010-sertifikat-tanah-di-kendari-50pAVb4ZeJ.jpg

JAKARTA – Presiden Jokowi akan menyerahkan 2.010 sertifikat tanah di GOR Pemuda Bahteramas, Kota Kendari yang berasal dari 12 Kabupaten hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Pertanian. Luas tanah yang akan diberikan ke masyarakat seluas 2.219.441 m2.

Dilansir dari akun instagram kementerian.atrbpn, Jakarta,Sabtu (2/3/2019), manfaat sertifikat tanah antara lain dapat terhindar dari sengketa dan konflik pertahanan, warisan anak dan cucu, dan akses peroleh modal usaha.

Pada tahun 2018, Provinsi Sulawesi Tenggara mendapatkan target penyelesaian PTSL sebanyak 77.712 bidang yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Diharapkan pada tahun 2005, nantinya bidang tanah di seluruh Indonesia akan terdaftar seluruhnya.

Salah satu warga yang mendapat sertifikat tanah wakaf di Masjid Baiturrahman, kabupaten Gorontalo adalah Bapak Burhanuddin Umar yang berusia 70 tahun seorang Nazir dari Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islamiyah Alhuda, merasa senang sekali karena Pondok Pesantren (Ponpes) yang dia kelola mendapat sertipikat wakaf dari Presiden RI, Joko Widodo.

Burhanuddin Umar mengungkapkan bahwa Ponpes Alhuda mendapat wakaf dari anggota masyarakat berupa tanah seluas 291 m2 pada tahun lalu.

"Ponpes Alhuda memiliki bangunan 2 lantai yang saat ini menampung 1.200 orang santri," ujar Burhanuddin Umar.

Ponpes Alhuda merupakan Ponpes tertua yang ada di Provinsi Gorontalo, yang berdiri dari tahun 1929. "Usianya sudah mencapai 90 tahun," kata Burhanuddin Umar.

Lebih lanjut, usai mendapat tanah wakaf pada tahun lalu, Burhanuddin Umar mengungkapkan bahwa dia langsung datang ke Kantor Pertanahan Kota Gorontalo untuk mengurus sertipikat tanah wakaf.

"Sekarang cepat pak jadinya. Sudah begitu, informasi yang diberikan sangat jelas. Saya juga tidak dipusingkan dengan berbagai macam biaya. Pokoknya buat sertipikatnya sangat mudah dan gampang pak," kata Burhanuddin kepada Tim Humas Kementerian ATR/BPN.

Burhanuddin Umar menjawab secara tegas ketika kami bertanya seberapa penting menurut Bapak sertipikat tanah wakaf tersebut. "Penting, Pak. Sangat penting, bagi Ponpes Alhuda karena ini berarti menjamin hak hukum tanah kami. Kalau tidak bersertipikat, rawan sengketa," ujar nazir berusia 70 tahun tersebut.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini