nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Program Perumahan Jokowi Disebut Paling Konsisten Sejak Orde Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 15:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 05 470 2026078 program-perumahan-jokowi-disebut-paling-konsisten-sejak-orde-baru-xuAg8JIyAC.jpg Jokowi dan Rumah (Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut program perumahan yang dicanangkan oleh pemerintahan Preissden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) banyak yang tidak mencapai target. Bahkan masih banyak sekali kekurangan dari program satu juta rumah andalan Jokowi-JK.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata justru menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang paling konsisten dalam program sektor perumahan. Bahkan sejak era kepemimpinan Presiden Soeharto sekalipun pemerintahan Jokowi-JK lah yang paling konsisiten dalam menyediakan hunian kepada masyarakat.

"Pemerintahan sekarang dalam program perumahan termasuk yang paling konsisten. Saya melihat draftnya terus walaupun banyak kelemahannya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

 Baca Juga: Pengembang Keluhkan Regulasi dan Biaya Bangun Rumah Murah

Salah satu bukti konsistennya program perumahan Jokowi-JK adalah banyaknya pengembang kecil khususnya di daerah yang mengalami pertumbuhan signfikan selama empat tahun ini. Dari sisi keanggotan pun saat ini pengembang yang masuk dalam REI tumbuh cukup signifikan yang menandakan produktifnya para developer.

"Teman-teman daerah hampir bertumbuh. Sekarang pertumbuhan industri kita sudah cukup baik," ucapnya.

Konsep pembangunan perumahan di era Jokowi-JK sendiri tidak hanya sebatas jumlah saja melainkan juga bisa menciptakan sentra-sentra ekonomi baru bagi masyarakat. Menurutnya hal ini sangat penting untuk mencegah penumpukan penduduk di satu kota saja.

Salah satu bentuk pembangunan sentra ekonomi baru adalah banyaknya dibangun infrastruktur dari mulai jalan tol, bandara, pelabuhan hingga transportasi yang berbasis rel. Hal ini membuat masyarakat menjadi semakin dekat dengan tempat kerjanya dan tidak perlu lagi mencari rumah di pusat-pusat ekonomi yang sudah ada.

"Dan tentu saja bukan hanya dari sisi membangun rumahnya tapi harus memberikan kepada masyarakat kita untuk menciptakan sentra ekonomi baru. Pembangunan infrastruktur ini sangat baik karena bisa membangun sentra-sentra ekonomi baru," katanya.

 Baca Juga: Sederet PR dalam Pembangunan Satu Juta Rumah

Ditambah lagi lanjut Eman, pemerintah juga memastikan tidak fasilitas penunjangnya juga dibangun secara maksimal. Seperti fasilitas air bersih, sanitasi dan air minum yang dibangun bebarengan dengan program sejuta rumah.

"Tugas merumahkan manusia ini tidak hanya menargetkan jumlah rumah. Tapi dibentuk suatu komunitas dengan sanitasi dan infrastruktur cukup. Supaya pulau luar Jawa bisa lebih menarik sehingga Jawa tidak akan hilang," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini