nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengembang Keluhkan Regulasi dan Biaya Bangun Rumah Murah

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 14:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 05 470 2026050 pengembang-keluhkan-regulasi-dan-biaya-bangun-rumah-murah-4LvQ7EliTJ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mengeluhkan beberapa regulasi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di sektor perumahan. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan kualitas bangunan rumah.

Ketua Umum Himperra Harry Endang Kawidjaja mengatakan, pihakya mengaku merasa dirugikan sebab pemerintah menyamaratakan kualitas bangunan antara rumah subsidi dan rumah komersil. Tak hanya itu lanjut Endang, dalam membuat satu rumah membutuhkan verifikasi yang cukup banyak sekali.

"Dengan adanya beberapa regulasi yang berkaitan dengan kualitas. Banyaknya verifikasi sehingga kami disamaratakan membangun rumah rakyat dan rumah mahal," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

 Baca Juga: Bonus Demografi, Kebutuhan Sektor Properti Tak Akan Surut

Menurut Endang, dengan disamaratakan antara kualitas rumah khusus MBR dan rumah komersil, maka dirinya kesulitan untuk membangun rumah murah. Bahkan dirinya lebih memilih untuk membangun rumah komersil karena biaya yang dibutuhkan juga sama.

Di sisi lain lanjut Endang, pihaknya juga terkendala oleh biaya pembangunan yang terbatas. Apalagi jika kualitas rumah MBR harus disamaratakan dengan rumah komersial maka biaya yang dikeluarkan juga lebih tinggi.

"Ada tiga isu penting anggaran kami terus terang sangat khawatir dan berulang kali timing abisnya Juli. Mohon supaya jangan sampai MBR terugikan dan akan menunjukan niat untuk mengatasi masalah itu," ucapnya.

 Baca Juga: Sederet PR dalam Pembangunan Satu Juta Rumah

Menurut Endang, jika hal tersebut tidak dilakukan justru peran pemerintah untuk mendukung program rumah khusus MBR sangat dipertanyakan. Sebab ada pengembang yang berniat untuk membangun rumah justru terhambat oleh masalah hal-hal non teknis.

"Dan ini adalah menimbulkan pertanyaan seberapa kuat niat pemerintah dalam membangun MBR," ucapnya.

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini