nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuk, Berinvestasi SR-011 untuk Membangun Negeri

Sabtu 09 Maret 2019 07:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 08 278 2027346 yuk-berinvestasi-sr-011-untuk-membangun-negeri-KFw9Oq1qpE.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Di bulan Maret 2019 ini, masyarakat Indonesia punya kesempatan untuk membeli produk investasi Sukuk Ritel di Pasar Perdana. Pemerintah RI tengah menerbitkan Sukuk Ritel terbaru yakni SR-011. Masyarakat bisa membeli produk investasi ini melalui para agen penjual selama periode penawaran, yakni 1 -21 Maret 2019.

Berinvestasi Sukuk Ritel, berarti secara tidak langsung ikut membangun negeri. Tujuan utama penerbitan Sukuk Ritel adalah untuk membiayai APBN dan membiayai pembangunan infrastruktur di Indonesia. Yang saat ini diterbitkan adalah Sukuk Ritel yang ke-11. Sukri diperuntukkan untuk masyarakat ritel yang merupakan bagian dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah secara berkala.

Total SBSN RI yang telah diterbitkan hingga 21 Februari 2019 senilai Rp1.044,71 triliun. Outstanding SBSN per 21 Februari 2019 sebesar Rp694,57 triliun. Dari jumlah tersebut Rp65,17 triliun di antaranya dalam bentuk Sukri, yang diterbitkan selama periode 2013-2018. Porsi SBSN terhadap Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 19% atau terus meningkat sejak penerbitan pertama kali tahun 2008.

Selama satu dekade, SBSN telah menjadi instrumen pembiayaan dan investasi serta berperan dalam diversifikasi sumber pembiayaan APBN, memperluas basis investor, mengembangkan pasar keuangan syariah, dan menyediakan instrumen investasi dan likuiditas berbasis syariah.

Baca Juga: Investasi Surat Utang Syariah, Kemenkeu: Tak Ada Cerita Default

Alokasi dana penerbitan Sukri digunakan antara lain untuk project-project, seperti fasilitas kereta api di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi senilai Rp24,62 triliun. Jalan dan jembatan seluruh Indonesia, senilai Rp25,67 triliun. Drainase, bendungan, pengendali air di seluruh Indonesia senilai Rp8,01 triliun. Sarana pendidikan dan pelayanan umum di seluruh Indonesia, senilai Rp6,88 triliun. Percepatan pembangunan ITERA senilai Rp129,63 miliar.

Melalui pembelian Sukuk Ritel, masyarakat bisa ikut berperan dalam menyediakan dana untuk pembangunan infrastruktur di negeri tercinta. Mari kita kembali ke SR-011 yang saat ini tengah ditawarkan pemerintah. Yang bisa membeli SR-011 adalah individu warga negara Indonesia (WNI). SR-011 dijamin penerbitannya oleh negara, dengan jangka waktu penerbitan tiga tahun. Diterbitkan sesuai konsep syariah, dengan akad Ijarah Asset to be Leassed. Minimum pemesanan Rp1 juta, dan maksimum pemesanan Rp3 miliar. Imbal hasil SR-011 sebesar 8,05% per tahun, yang dibayarkan setiap bulan. SR-011 dapat diperjualbelikan di Pasar Sekunder kepada sesama investor domestik.

Setelah masa penawaran SR-011 berakhir pada 21 Maret, maka selanjutnya penjatahan kepada para investor yang memesan Sukuk Ritel ini akan dilakukan pada Selasa, 26 Maret 2019. Setelmen dilakukan pada 28 Maret 2019, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Maret 2019.

Jika disimpulkan, ada enam keuntungan yang didapat investor jika berinvestasi atau memiliki SR-011, yakni, pertama, sangat aman karena investasi ini dijamin 100% oleh negara. Kedua, halal karena sudah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketiga, imbalan yang tetap karena diberikan tiap bulan, dan potensi capital gain di Pasar Sekunder. Keempat, terjangkau, karena cukup dengan Rp1 juta, masyarakat sudah bisa berinvestasi SR-011 di pasar modal. Kelima, jangka waktu investasi yang sesuai dengan kebutuhan perencanaan keuangan, dan bisa dijual sebelum jatuh tempo. Keenam, dengan memiliki SR-011, masyarakat ikut membangun negeri, dana yang dibelikan Sukuk Ritel digunakan untuk pembangunan infrastruktur di tanah air. Sehingga secara langsung ikut berpartisipasi membangun negeri.

grafik

Meski demikian, setiap produk investasi memiliki risiko. Masyarakat perlu memahami risiko Sukuk Ritel, sebelum membelinya. Pertama, risiko gagal bayar (default risk). Risiko ini hampir tidak ada di Sukuk Ritel. Karena pembayaran pokok dan imbalan Sukuk Ritel dijamin penuh oleh negara (berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2008). Kedua, risiko likuiditas. Risiko likuiditas adalah potensi kerugian apabila sebelum jatuh tempo Pemilik Sukuk Ritel yang memerlukan dana tunai mengalami kesulitan dalam menjual Sukuk Ritel di Pasar Sekunder pada tingkat harga (pasar) yang wajar. Mitigasi untuk risiko kedua, dengan cara Investor dapat menjual Sukuk Ritel kepada Agen Penjual, karena Agen Penjual menjadi standby buyer.

Ketiga, risiko pasar (market risk). Risiko pasar adalah potensi kerugian bagi investor apabila terjadi kenaikan tingkat suku bunga yang menyebabkan penurunan harga Sukuk Ritel di pasar sekunder. Kerugian (capital loss) dapat terjadi apabila investor menjual Sukuk Ritel di pasar sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. Mitigasi risiko market risk adalah, apabila harga Sukuk Ritel di pasar sekunder sedang mengalami penurunan, sebaiknya tidak dijual terlebih dahulu. Apabila harga Sukuk Ritel di Pasar Sekunder sedang mengalami penurunan, sebaiknya tidak dijual terlebih dahulu.

Cara berinvestasi di SR-011 sangat mudah. Caranya, cukup mendatangi Mitra Distribusi SR-011, yakni 20 bank lokal dan asing, serta dua perusahaan sekuritas yang menjadi mitra distribusi pemerintah, yakni Bahana Sekuritas dan Trimegah Sekuritas Indonesia. Tahapan prosedurnya adalah dimulai dengan membuka rekening di salah satu mitra distribusi, menyediakan dana sesuai jumlah pesanan SR-011 yang akan dibeli, mengisi formulir keikutsertaan, lalu menunggu penjatahan dan setelmen. (TIM BEI)

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini