nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Promosikan Pariwisata Indonesia, Menkominfo: Pemerintah harus Jadi 'Mak Comblang'

Anggun Tifani, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 18:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 11 320 2028564 promosikan-pariwisata-indonesia-menkominfo-pemerintah-harus-jadi-mak-comblang-oTE1CW6tLh.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Yohana)

TANGERANG - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, percepatan pertumbuhan ekonomi digital harus juga terasa dalam sektor pariwisata, yang didukung penuh dengan peran serta dari pemerintah.

Menurut Rudiantara, pemerintah harus berperan layaknya 'Mak Comblang', untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital pada sektor pariwisata.

"Akselerasi yang kita lakukan untuk mempercepat investasi ekonomi digital dan pariwisata yakni, dengan mempertemukan atau menjodohkan, para investor baik dari dalam dan luar negeri ataupun pemerintah untuk mau berinvestasi pada perusahaan rintisan yang ada di Indonesia, kita ini nyomblangin," ujarnya dalam acara Regional Invesment Forum (RIF) di ICE BSD, Tangerang, Senin (11/3/2019).

Baca Juga: PUPR Dukung Pembangunan Infrastruktur di 12 KSPN yang Bakal Jadi "Bali Baru"

Rudiantara mengatakan, dengan cara tersebut, investor yang tertarik tentu akan bermitra dengan menanamkan modalnya. Selanjutnya, target Pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital dapat terealisasi dengan nilai ekonomi digital mencapai USD130 miliar di tahun 2020.

"Target itu bisa kita capai, karena Garuda saja pendapatannya katakan sudah hampir USD4 miliar, lalu hotel bisnisnya yang bintang tiga sampai empat itu, setahun sudah Rp100 triliun atau sekitar USD6 miliar. Belum lagi kalau kita bicara e-commerce bisa berapa miliaran dolar, yang kalau ditotal nilainya bisa mencapai USD60 sampai USD70 miliar," paparnya.

Baca Juga: Tahun Ini, 153 Kapal Pesiar Bakal 'Serbu' Indonesia

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong turut optimis bahwa tahun 2019 akan banyak investor untuk sektor ekonomi digital pariwisata.

Thomas menjelaskan, keresahan yang dialami investor Amerika setelah adanya perang dagang, dapat menjadi kesempatan untuk Indonesia. Di mana dalam hal ini Amerika menaikkan bunga dolar empat kali dalam setahun ditambah, pada tahun 2017 Donald Trump juga gelar tax amnesti di Amerika. Sehingga hal itu membuat banyak juga modal yang ditarik balik ke Amerika.

Thomas memastikan, adanya hal tersebut dapat menjadi peluang baik untuk Indonesia dalam meningkatkan investor di bidang pariwisata.

"Saya rasa jangan khawatir karena kita bisa lihat tahun ini saja, pariwisata bisa berkembang pesat mulai dari maskapai ataupun hotelnya. Di awal tahun ini kita lihat sebuah recovery (pemulihan) yang cukup kencang. Kita lihat banyak komunitas investor mulai pulih keyakinannya," tuturnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini