nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Wahana Interfood Pasang Harga Rp198 per Saham

Selasa 12 Maret 2019 13:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 12 278 2028850 ipo-wahana-interfood-pasang-harga-rp198-per-saham-uOwirKm078.jpg Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk resmi menetapkan harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham di level Rp198 per saham. Adapun jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 168 juta saham.

Masa penawaran umum berlangsung pada 11 sampai 13 Maret 2019 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Maret 2019. Berperan sebagai penjamin pelaksana efek atau underwriter adalah PT UOB Kay Hian Sekuritas. Selain itu, perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 56 juta saran seri I sebanyak 16,47% dari total jumlah saham ditempatkan pada saat pernyataan pendaftaran. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp400 per saham.

Baca Juga: RS Pelni Evaluasi Rencana IPO

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang tiga saham baru berhak memperoleh satu waran seri I. Perusahaan produsen cokelat ini mengungkapkan, dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 23,03% digunakan untuk belanja modal berupa tanah seluas 6.280 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Lebih lanjut, sekitar 15,81% digunakan untuk pembayaran uang muka kepada kontraktor untuk membangun pabrik seluas 2.291,60 meter persegi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pembangunan pabrik direncanakan mulai Juni 2019.Sedangkan, 61,16% sisanya akan digunakan sebagai pembayaran uang muka pembelian mesin baru untuk produksi. Total nilai pembelian mesin baru sebesar Rp18,56 miliar.

ihsg

Direktur Utama Wahana Interfood Nusantara Reinald Siswanto mengatakan, nantinya dengan beroperasinya mesin baru tersebut, perseroan akan memiliki kapasitas produksi cokelat dari 6000 ton saat ini menjadi 10.600 ton. Kemudian seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, maka pendapatan di tahun 2021 ditargetkan tumbuh 60% menjadi Rp249 miliar. “Bila di tahun 2018 pendapatan sebesar Rp152 miliar, maka di tahun 2021 diharapkan tumbuh 60%,”ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (12/3/2019).

Pencapaian penjualan pada 2018 sebesar Rp152 miliar, naik 9,43% dari penjualan pada 2017 sebesar Rp138,9 miliar. Sekitar 1% atau Rp1,52 miliar berasal dari penjualan ekspor. Perseroan menyakini dengan peningkatan kapasitas produksi tersebut bisa meraup potensi pasar cokelat di dalam dan di luar negeri. Apalagi, konsumsi cokelat di Indonesia baru 1,5 kilogram per tahunnya atau rendah dibandingkan konsumsi cokelat di negara eropa mencapai 14 kilogram per tahunnya. Maka melihat peluang pasar lokal yang cukup besar, lanjutnya Reinald, perseroan optimis bisa menjadi pemain tiga besar di industri makanan dan minuman (mamin) ke depannya.

Tahun ini, lanjutnya, perseroan menargetkan laba sebesar Rp3 miliar atau sama dengan target di 2018 sebesar Rp3 miliar. Sementara di tahun 2020, laba Wahana Interfood ditargetkan sebesar Rp2,4 miliar atau turun dibandingkan tahun sebelumnya karena besarnya biaya yang dikeluarkan untuk investasi mesin dan pabrik baru. Selanjutnya di tahun 2021, laba ditargetkan Rp11 miliar seiring dengan beroperasinya pabrik baru.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini