nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenperin Dorong Santri Jadi Wirausaha

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 14:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 16 320 2030846 kemenperin-dorong-santri-jadi-wirausaha-80Cmwu0zKC.jpg Foto : Putra Ramadhani Astyawan (Okezone)

BOGOR - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) melakukan kegiatan bimbingan teknis WUB IKM dan bantuan mesin atau peralatan produksi roti di Pondok Pesantren Ilmu Alquran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan program santripreneur sebagai upaya menumbuhkan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di pondok pesantren.

"Program Santripreneur bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri di pondok pesantren. Oleh karenanya, kami terus memfasilitasi melalui bimbingan teknis serta pemberian bantuan alat dan mesin untuk bekal para santi belajar kemandirian sebelum terjun ke masyarakat," kata Gati, kepada wartawan, Sabtu (16/3/2019).

Gati berharap melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan para santri yang dididik langsung dapat menerapkan apa yang diajarkan sehingga mampu menghasilkan produk roti yang baik.

"Dalam bimtek ini tidak hanya diajarkan tentang pengolahan roti, tetapi juga diberikan fasilitasi mesin atau peralatan produksi roti," harap Gati.

Pelaksanaan bimtek di Pondok Pesantren Ilmu Alquran (PPIQ) ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal tanggal 16 sampai dengan 19 Maret 2019, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang santri.

"Kami lihat, dalam waktu empat hari, para peserta sudah dapat menguasai ilmu yang diberikan oleh para instruktur. Oleh karena itu, kami ingin agar ilmu yang didapat bisa diterapkan sehingga akan menjadi awal kebangkitan usaha para santri di Ponpes ini," jelas Gati.

Fasilitasi mesin atau peralatan yang diberikan kepada pondok pesantren dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru dari pondok pesantren.

Adapun bantuan mesin yang diberikan berupa planetary mixer, spiral mixer (pencampur adonan), oven, rak bakery pan, mesin potong roti, lemari pendingin, meja stainless steel, deep fryer, timbangan digital, dan tabung gas serta selang dan regulator.

Program santripreneur oleh Ditjen IKMA ini telah membina sebanyak 22 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

"Cakupan ruang lingkup pembinaan kami diantaranya pelatihan produksi dan bantuan mesinb atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair," imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Ilmu Al Qur'an KH. Masyhuri mengemukakan, bantuan satu mesin dan peralatan dari Kemenperin akan dimanfaatkan untuk menambah kapasitas produksi roti di Ponpes.

"Produksi roti dari alat-alat bantuan Bogasari selama ini kapasitasnya 5 kilogram hanya untuk memenuhi lingkungan Ponpes saja. Mungkin kedepan bisa sampai 30 sampai 50 kilogram dan roti dengan merek Rotina akan dikembangkan untuk menyuplai Ponpes lain," ujar Masyhuri.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini