Share

Harga Emas Menyusut, Ini Biang Keladinya

Rabu 27 Maret 2019 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 320 2035462 harga-emas-menyusut-ini-biang-keladinya-0dWqGeVrOA.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor mengunci keuntungan menyusul penguatan dolar AS dan kenaikan saham-saham di Wall Street.

Emas yang paling aktif untuk penyerahan April, turun USD7,60 atau 0,57% menjadi ditutup pada USD1.315,00 per ounce.

Perak untuk pengiriman Mei turun 13,8 sen AS atau 0,89%, menjadi ditutup pada USD15,429 per ounce. Sementara itu, platinum untuk pengiriman April, naik USD2,10 atau 0,24% menjadi menetap di USD859,80 per ounce. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

 Baca Juga: Mahal Lagi, Harga Emas Antam Naik Rp6.000/Gram

Data ekonomi yang suram dari negara-negara Eropa utama dan prospek berhati-hati Federal Reserve (Fed) AS untuk ekonomi AS menyebabkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global, meningkatkan aset-aset safe haven seperti emas secara signifikan selama sesi sebelumnya.

Sebelumnya, indeks-indeks utama Wall Street rebound. Pada tengah hari, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 178,81 poin atau 0,70%, menjadi 25.695,64 poin. Indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow.

Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena investor tidak perlu mencari aset-aset yang dinilai aman untuk memarkir dana-dananya.

 Baca Juga: Harga Emas Kini Lebih Kuat dari Dolar AS

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,09% menjadi 96,73 pada pukul 17.20 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Jika dolar AS menguat maka emas yang dihargai dalam dolar AS biasanya tertekan karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini