nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Saham Melorot, Saratoga Investama Rugi Rp6,2 Triliun

Kamis 28 Maret 2019 12:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 28 278 2036074 harga-saham-melorot-saratoga-investama-rugi-rp6-2-triliun-r34BW0XNpS.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Sepanjang tahun 2018, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)mencatatkan rugi bersih senilai Rp6,2 triliun, berbalik dibandingkan 2017 yang masih berhasil mencatatkan laba Rp3,3 triliun.

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (28/3/2019), perseroan menjelaskan, kerugian yang diderita akibat turunnya harga saham sejumlah anak usaha yang dimiliki langsung. Anak usaha tersebut yakni PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG). Oleh karena kerugian disebabkan oleh penurunan harga saham, maka kerugian yang diderita SRTG ini belum terealisasi.

Baca Juga: Tambah Porsi Saham Mitra Pinasthika, Saratoga Tawarkan Harga Rp950

Di sisi lain, perseroan membukukan pendapatan yang terealisasi sebesar lebih dari Rp1,1 triliunsepanjang2018.Sebesar Rp900 miliar di antaranya berasal dari pendapatan dividen yang dikantongi perseroan dari pembayaran dividen anak usaha. Selain itu, perseroan juga mendapatkan keuntungan dari hasil investasi lainnya.

Kinerja laba SRTG yang kurang memuaskan disebabkan beragam faktor eksternal, seperti kenaikan suku bunga, melemahnya mata uang dan harga komoditas yang fluktuatif yang menyebabkan tekanan pada IHSG. Alhasil, tekanan ini menciptakan dampak buruk untuk kinerja harga saham dari portofolio investasi. Total aset SRTG sebesar Rp20,1 triliun yang diatribusikan kepada perusahaan investasi yang fokus pada tiga sektor utama, yaitu sumber daya alam, infrastruktur dan konsumen barang dan jasa.

ihsg

Menurut Presiden Direktur SRTG Michael Soeryadjaya, kinerja perusahaan pada tahun 2018 menggambarkan strategi investasi yang dilakukan oleh Saratoga mampu menghasilkan hasil investasi yang optimal. Secara fundamental, perusahaan-perusahaan investasi Saratoga juga tumbuh secara positif dan terus meningkatkan nilai tambah perusahaan melalui strategi pertumbuhan organik dan non organik.

Soal rugi investasi dari penurunan harga saham, lanjutnya, merupakan kondisi normal. Pasalnya, pasar selalu melalui berbagai tahap volatilitas. Sebagai investor jangka panjang,SRTG tetap percaya diri pada prospek perusahaan investasi dan percaya bahwa harga saham pada akhirnya akan mampu menyamai fundamental perusahaan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini