nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transaksi Harian Turun, IHSG Sepekan Lesu 0,87%

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 21:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 29 278 2036882 transaksi-harian-turun-ihsg-sepekan-lesu-0-87-TU7FpNi23i.jpg Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini mengalami penurunan 0,87% ke level 6.468,755 dari 6.525,274 pada penutupan pekan lalu.

Melansir keterangan resmi BEI, Jakarta, Jumat (29/3/2019), nilai kapitalisasi pasar juga mencatatkan perubahan sebesar 0,86% menjadi sebesar Rp7.356,38 triliun dari Rp7.420,50 triliun pada penutupan pekan lalu.

Sementara itu pekan ini, data rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 2,47% menjadi Rp8,175 triliun dari Rp8,382 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Namun rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 18,58% menjadi 13,54 miliar unit saham dari 16,63 miliar unit saham pada pekan sebelumnya. Kemudian untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga mengalami perubahan sebesar 0,34% menjadi 410,52 ribu kali transaksi dari 411,92 ribu kali transaksi pada pekan lalu.

 Baca Juga: Transaksi Rp9,1 Triliun, IHSG Ditutup Melemah ke 6.468

Sepanjang tahun 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp12,13 triliun dan pada hari ini, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp831,98 miliar.

Sementara itu, dengan perekonomian yang baik, serta dukungan yang positif dari Pemerintah, BEI tetap optimis akan lebih banyak Perusahaan yang tertarik untuk melakukan Pencatatan Efek baru, khususnya pencatatan saham baru di BEI.

Optimisme tersebut tergambar dengan telah tercatatnya 7 saham perusahaan baru di sepanjang tahun 2019. Jumlah Perusahaan Tercatat baru di kuartal pertama tahun 2019 sampai dengan bulan Maret ini, merupakan periode dengan jumlah perusahaan tercatat saham baru tertinggi dibandingkan dengan jumlah perusahaan tercatat baru di kuartal pertama selama 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data Maret 2019, terdapat 16 pipeline saham, 9 pipeline emisi obligasi dan sukuk, serta 2 pipeline pencatatan ETF. Dari 16 perusahaan yang telah ada dalam pipeline saham, sebagian besar berasal dari Sektor Trade, Service dan Investment, serta dari sektor Property, Real Estate, and Building Construction.

Apabila perusahaan telah go public maka perusahaan akan lebih terpacu untuk meningkatkan kinerja usahanya karena pemegang saham dapat memantau kinerja perusahaan dengan lebih transparan. Selain itu, dengan menjadi perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di bursa, setiap saat dapat diperoleh valuasi terhadap nilai perusahaan.

 Baca Juga: IHSG Jatuh ke Zona Merah di Jeda Sesi I

Setiap peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan, umumnya akan memiliki dampak terhadap harga saham di bursa, perusahaan juga akan memperoleh banyak keunggulan kompetitif untuk pengembangan usaha di masa yang akan datang. Misalnya, melalui IPO, perusahaan berkesempatan untuk mengajak partner kerjanya seperti supplier dan buyer untuk menjadi pemegang saham.

Sebagai perusahaan publik, Perusahaan Tercatat dituntut oleh banyak pihak untuk dapat selalu meningkatkan kualitas kerja operasionalnya. Selain itu masih banyak manfaat lainnya yang bisa didapat oleh perusahaan yang telah menjadi Perusahaan Tercatat.

BEI optimis akan semakin banyak perusahaan yang menjadi bagian dari Pasar Modal dengan melakukan pencatatan sahamnya di BEI. Dengan semakin banyaknya jumlah Perusahaan Tercatat di BEI, diharapkan akan semakin banyak pilihan investasi bagi Investor dan pada akhirnya dapat meningkatkan likuiditas Pasar Modal Indonesia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini