Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Realisasi Lifting Migas Hanya 94,6% di Kuartal I-2019

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 04 April 2019 |09:42 WIB
Realisasi Lifting Migas Hanya 94,6% di Kuartal I-2019
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

Menanggapi itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta SKK Migas dan KKKS terus berupaya mencapai target lifting migas dalam APBN 2019.

”Kontraktor dan SKK Migas perlu lebih serius menangani lifting secara teratur dan sesuai hasil produksi harian,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Fahmy Radhi menilai, target lifting tahun ini sulit untuk mencapai target. Pasalnya, produksi minyak masih ditopang oleh sumur-sumur tua belum menghasilkan temuan sumur-sumur baru.

”Kalau saya melihat lifting cenderung menurun tahun ini. Target yang ditetapkan cenderung tidak realistis karena masih pada sumur- sumur tua dan blok terminasi sehingga produksi stagnan bahkan cenderung menurun,” ujarnya.

Fahmy beranggapan, tidak adanya eksplorasi dan eksploitasi sumur-sumur baru target lifting yang ditetapkan pemerintah akan sulit tercapai. Selain itu, pihaknya juga melihat investasi hulu migas belum bergairah tahun ini karena harga minyak diprediksi masih cenderung menurun akibat kelebihan pasokan minyak pasar dunia.

”Investasi memang ada yang masuk, tapi tidak langsung menghasilkan. Kalaupun ada eksplorasi sumur baru itu tidak langsung menghasilkan masih menunggu sampai 10 tahun ke depan untuk produksi. Karena itu, tahun ini saya melihat lifting justru menurun,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan target lifting migas dalam APBN 2019 realistis, tetapi untuk mencapainya tidak sederhana.

Menurut dia, untuk merealisasikan, pemerintah atau SKK Migas dapat mengontrol rencana kerja dan anggaran (WPnB) yang telah dimasukkan KKKS. ”Secara angka target APBN 2019 moderat, tetapi memang tidak sederhana, perlu komitmen stakeholder,” papar dia.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement