
Disampaikannya, laba bersih ini belum memperhitungkan imbalan pascakerja dan pajak.Menurut Direktur Cahayaputra Asa Keramik, Juli Berliana, kinerja positif sepanjang kuartal I/2019 itu didorong pengenaan bea masuk tindakan pengamanan terhadap impor ubin kemarik mulai Oktober 2018. Dengan begitu, antusiasme pasar semakin tinggi sehingga mendorong penjualan perseroan meningkat. "Dari sisi pasar cukup positif karena safeguard sejak Oktober 2018," katanya.
Tahun ini, perseroan menargetkan dapat membukukan peningkatan penjualan sekitar 12%-15% dan laba bersih dapat tumbuh sebesar 25% pada 2019. Optimisme ini seiring dengan permintaan yang semakin tinggi dan penetrasi yang pasar yang semakin luas. Jika mengacu pada realisasi 2018, maka perseroan mengincar penjualan sekitar Rp307,41 miliar-Rp315,65 miliar dan laba bersih sekitar Rp16,63 miliar pada tahun ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.