IPC Raih Laba Bersih Rp757,9 Miliar di Kuartal I-2019

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 26 320 2048263 ipc-raih-laba-bersih-rp757-9-miliar-di-kuartal-i-2019-Utm7oARzQ1.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membukukan laba bersih sebesar Rp757,9 miliar pada kuartal I-2019. Pencapaian itu melonjak 24,9% di bandingkan laba bersih kuartal yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan laba bersih itu terkait dengan efisiensi operasional yang kami lakukan. Ini juga dampak dari digitalisasi semua pelayanan IPC,” kata Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya melalui siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Elvyn menjelaskan, sepanjang tiga bulan pertama 2019, IPC berhasil menekan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 2,37%.

 Baca Juga: Bongkar Pasang Direksi Pelindo II

Sebelumnya, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) IPC, BOPO diproyeksikan sebesar 69,12%. “Namun dalam realisasinya, kami bisa menekan biaya operasional terhadap pendapatan operasional menjadi sebesar67,48%,” ungkapnya.

Diamenjelaskan, sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia, IPC berkomitmen untuk terus melakukan efisiensi agar seluruh pelayanan dan operasionalnya memiliki daya saing tinggi. Efisiensi ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen.

“Prinsip kami adalah bagaimana memberikan pelayanan kepelabuhan yang lebih cepat dan lebih mudah,” katanya. Di era ini, kata Elvyn, IPC terus bertransformasi menjadi fasilitator perdagangan.

Sebagai pintu gerbang aktivitas ekspor-impor, IPC turut berperan menjadikan produk-produk di dalam negeri memiliki daya saing tinggi di luar negeri. Oleh karena itu, positioning IPC sebagai fasilitator perdagangan menjadi penting.

 Baca Juga: Saingi Singapura, Pelabuhan Tanjung Priok Layani Fungsi Transhipment

Dalam konteks sebagai fasilitator perdagangan, saat ini IPC sedang mengembangkan New Priok Eastern Access (NPEA) yang menghubungkan Tanjung Priok dengan Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Pembangunan akses jalan di bagian timur pelabuhan itu sudah mencapai 60%. “Kami berharap tahun ini bisa selesai sehingga akses jalan tersebut akan memperlancar arus keluar masuk barang dari KBN kepelabuhan dan dermaga-dermaga di Tanjung Priok,” katanya. (Yanto Kusdiantono)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini