nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nilai Tukar Petani Merosot 0,49%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 16:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 02 320 2050676 nilai-tukar-petani-merosot-0-49-q1yOPzvOl5.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatatkan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada April 2019 turun sebesar 0,49% dibandingkan Februari 2019. Terjadi penurunan indeks NTP dari sebesar 102,23 dari bulan lalu yang sebesar 102,73.

Penurunan NTP tertinggi di Provinsi Gorontalo mencapai 1,60%, sebaliknya kenaikan NTP terbesar terjadi di Sulawesi Barat mencapai 1,39%.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, kondisi kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian pada April 2019 ternyata lebih rendah dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani, maupun untuk keperluan produksi pertanian.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi di Indonesia pada Januari 2019, NTP secara nasional turun 0,49%," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

 Baca Juga: Panen Raya, Nilai Tukar Petani Turun 0,21%

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Pria yang akrab disapa Kecuk tersebut menyatakan, penurunan NTP dipengaruhi subsektor tanaman pangan yang turun 1,21%, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,48%, subsektor peternakan turun 0,34%, subsektor perikanan turun 0,41%. Sebaliknya subsektor tanaman holtikultura naik 0,60%.

 Baca Juga: Nilai Tukar Petani Turun 0,37% di Februari 2019

Penurunan NTP petani ini pun seiring dengan turunnya harga gabah kering panen ditingkat petani sebesar 5,37% menjadi sebesar Rp4.457 per kilogram (kg) dari Rp5.222 per kg. Maupun penurunan harga beras medium di tingkat penggilingan sebesar 4,30% menjadi sebesar Rp9.144 kg.

Adapun pada bulan April 2019 komoditas beras mengalami penurunan harga atau deflasi sebesar 0,06%.

Kecuk menambahkan, pada April 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,81%, disebabkan kenaikan indeks tertinggi pada kelompok pengeluaran bahan makanan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini