Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Jonan Minta Freeport Listriki 8.000 Rumah di Papua

Menteri Jonan Minta Freeport Listriki 8.000 Rumah di Papua
Ilustrasi: Foto Antara
A
A
A

TIMIKA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan meminta PT Freeport Indonesia dan PT Inalum (Persero) membantu menanggulangi biaya penyambungan baru listrik 8.000 rumah tangga kurang mampu di wilayah Papua dan Papua Barat.

Jonan mengatakan hingga kini masih tersisa 7.600 rumah tangga kurang mampu di wilayah Papua dan Papua Barat yang belum menikmati sambungan listrik.

"Katakanlah ada 8.000 rumah yang belum tersambung listrik karena mereka tidak mampu membayar biaya penyambungan sekitar Rp700.000. Yah itu paling sekitar Rp5,6 miliar. Saya kira itu diselesaikan saja oleh Freeport. Jadi untuk menyelesaikan sekitar 8.000 sambungan listrik di Papua dan Papua Barat nanti Freeport yang selesaikan. Ini kecil sekali Pak," kata Jonan kepada Dirut PT Inalum Budi Sadikin dan Dirut PT Freport Indonesia Tony Wenas seperti dilansir Antaranews, Jumat (3/5/2019).

 Baca Juga: Menteri Jonan: Tak Boleh Lagi Ada Perasaan Freeport Milik Asing

Jonan meminta semua pihak baik pemerintah daerah maupun swasta ikut terlibat penuh dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi kelistrikan di Tanah Papua agar warga yang bermukim di kampung-kampung pedalaman bisa menikmati penerangan listrik.

"Untuk membangun satu jaringan distribusi oleh PLN tentu akan memakan waktu yang sangat lama, apalagi di daerah terpencil. Ini butuh keterlibatan semua pihak. Saya menyambut baik pembangunan PLTA 170 KW oleh Freeport di Kampung Waa-Banti Tembagapura. Kalau bisa hal seperti itu dibuat lebih banyak lagi," kata mantan Menteri Perhubungan itu.

Menteri ESDM Ignatius Jonan yang didampingi puluhan pejabat utama Kementerian ESDM melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Timika sejak Kamis (2/5).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement