nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permintaan Lahan Industri Meningkat

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 11:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 14 320 2055406 permintaan-lahan-industri-meningkat-DfFpQX0Idx.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Investasi di sektor industri diyakini terus menggeliat seusai perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Berdasarkan data Himpunan Kawasan Industri (HKI), pada kuartal I/2019, permintaan lahan di kawasan Jabodetabek dan Karawang terus meningkat hingga 100 hektare (ha) dibanding periode sama tahun sebelumnya dengan penjualan lahan industri mencapai 11,27 ha.

Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito mengatakan, permintaan lahan industri yang terus naik mengindikasikan adanya peningkatan rasa kepercayaan investor dalam memacu usahanya.

“Ini pun menandakan bahwa aktivitas manufaktur di dalam negeri masih tetap ekspansif,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

 Baca Juga: Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Diprediksi Naik 8%

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, serapan lahan industri banyak terdapat di Serang, Bekasi, dan Karawang. Apabila dirinci, Modern Cikande mencatatkan transaksi paling besar dengan penjualan lebih dari 60 ha.

Disusul Greenland International Industrial Centre yang mendekati 20 ha. Menurut Warsito, kenaikan permintaan lahan industri diperkirakan akan terjadi hingga akhir tahun 2019. Hal ini karena sebagai akumulasi kebutuhan investasi baru maupun pengembangan dari industri yang sudah ada dari tahun sebelumnya.

“Kami optimistis angka penjualan lahan industri bakal melebihi raihan tahun 2018 yang jumlahnya mencapai 180 ha. Kami memproyeksikan pen jualan lahan industri sampai akhir tahun 2019 bisa menyentuh 200 hektare, dengan peningkatan yang terus terjadi hingga pertengahan tahun ini mengingat kondisi iklim investasi yang semakin kondusif,” katanya.

 Baca Juga: Industri Digeber Berkontribusi Terhadap Ekonomi RI

Ketua Umum HKI Sanny Iskandar menuturkan, permintaan lahan industri bisa meningkat karena didukung keberlanjutan program-program perbaikan dari pemerintah. Apalagi gelaran Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar.

“Setelah dipastikan pemilu berjalan baik, para investor mulai melanjutkan kontrak-kontrak negosiasi dan investasi. Bahkan, kami meyakini penjualan kawasan industri hingga akhir tahun 2019 bisa mencapai 250-330 ha,” tuturnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, perluasan kawasan industri baru di kawasan Jawa Barat yang masih berpotensi antara lain di bagian timur meliputi wilayah Majalengka, Cirebon, dan Subang. Peluang ini muncul karena ketersediaan infrastruktur yang strategis, yaitu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka, Pelabuhan Cirebon, dan Pelabuhan Patimban di Subang.

“Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonominya berbasis industri, yang kontribusinya mampu mendekati 40%. Kalau dikembangkan lagi di koridor timur, potensi pembangunannya akan lebih bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Jawa Barat telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah mau pun nasional. Dalam hal ini sumbangsih utamanya dari aktivitas industrialisasi, baik itu adanya peningkatan pada nilai investasi, penyerapan tenaga kerja, maupun capaian ekspor.

“Kemudian di Jawa Barat juga ada kawasan Bekasi, Karawang, dan Purwakarta (Bekapur) yang dijuluki Detroit-nya Indonesia karena berbagai produk manufaktur, terutama elektronika dan otomotif, di ekspor dari sana,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini