nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisnis Properti Masih Lesu, Pendapatan Metropolitan Land Turun 23% di Kuartal I-2019

Senin 20 Mei 2019 11:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 20 470 2057858 bisnis-properti-masih-lesu-pendapatan-metropolitan-land-turun-23-di-kuartal-i-2019-snXIiGepVA.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Masih lesunya bisnis properti dirasakan betul PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Di mana emiten properti ini membukukan kinerja kuartal pertama tahun ini negatif dengan pendapatan turun 23,71% dari Rp318,76 miliar menjadi Rp257,66 miliar dan laba tahun berjalan turun 29% dari Rp 101,63 miliar menjadi Rp78,78 miliar.

Meskipun demikian, perseroan masih optimis mampu mencetak kinerja positif hingga akhir tahun ini dengan memproyeksikan penjualan properti baru mulai membaik pada Agustus 2019 setelah melewati masa politik dan Lebaran.

”Tahun ini, perseroan hanya membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-11% dan kami juga akan menjual banyak lot komersial yang akan difinalisasi tahun ini,” kata Presiden Direktur Metropolitan Land Tbk Thomas J. Angfendy seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta (20/5/2019).

 Baca Juga: Garap Energi Terbarukan, Terregra Asia Siapkan Belanja Modal Rp500 Miliar

Dirinya menegaskan, optimistis masih bisa mencapai pertumbuhan tahun ini kendati tidak akan sebaik tahun lalu. Dia mengatakan pertumbuhan penjualan properti yang melambat pada awal tahun ini dirasakan oleh seluruh pengembang properti lantaran momen lebaran yang berdekatan dengan pilpres.

Sementara Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo menambahkan bahwa tahun ini target pendapatan dipatok senilai Rp2,2 triliun.

Dia memerinci Rp1,7 triliun di antaranya akan diperoleh dari prapenjualan dan sisanya Rp500 miliar dari proyek pendapatan berulang dari hotel dan pusat perbelanjaan. Olivia juga menyebuutkan bahwa setelah berlangsungnya pemilu dan lebaran, pasar properti tidak secara otomatis akan membaik. Perusahaan memperkirakan baru bisa mengejar target dimulai pada Agustus hingga akhir tahun ini. Pasalnya, pengumuman pemenang pilpres baru akan terjadi pada Mei yang dilanjutkan masa Lebaran pada Juni.

Secara historis, penjualan properti pada masa pemilu selalu melemah dengan fokus masyarakat kepada tingkat konsumsi. Tahun ini, lanjutnya, perseroan menganggarkan belanja modal tahun ini senilai Rp700 miliar. Perinciannya Rp200 miliar untuk akusisi lahan dan Rp500 miliar untuk pengembangan proyek-proye exsisting seperti Venya Ubud di Blai dan apartemen Kaliyana, sisanya pembangunan infrastruktur di proyek exsisting.

Sepanjang kuartal I/2019, serapan belanja modal baru MTLA baru mencapai Rp115 miliar karena proyek konstruksi tengah dijalankan dan kemungkinan selesai pada akhir tahun ini, sehingga alokasi capex baru bisa efektif pada kuartal akhir tahun ini. Adapun dalam RUPST dan RUPSLB, MTLA menyetujui untuk membagikan Rp7,65 milar atau 15% dari laba bersih tahun buku 2018 sebagai dividen tunai setara Rp9,4 per lembar saham.

 Baca Juga: Mimpi Cinere Jadi Kawasan Bisnis Setelah Sudirman dan TB Simatupang

Selain itu dana senilai Rp2 miliar akan digunakan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan. Laba bersih perusahaan pada 2018 tumbuh 6,65% atau tercatat senilai Rp482 miliar. Pendapatan pada 2018 tercatat senilai Rp1,4 triliun meningkat 9,12% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp1,3 triliun.

Peningkatan pendapatan properti didukung oleh penjualan properti senilai Rp868,4 miliar, tumbuh 112,42% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Semua proyek MTLA memberikan kontribusi dengan 63% di antaranya berasal dari residensial dan strata title, 25% dari pendapatan sewa pusat perbelanjaan, 9% dari pengoperasian hotel, sisanya 3% dari pengoperasian rekreasi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini