nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Madusari Murni Indah Catat Pendapatan Rp1,19 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 11:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 22 278 2058818 madusari-murni-indah-catat-pendapatan-rp1-19-triliun-hXvPJ2KY1F.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Di tengah melesunya kondisi ekonomi, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI), produsen etanol yang digunakan untuk bahan baku berbagai industri justru mampu meningkatkan pendapatannya sebesar 5,15% pada akhir 2018, yakni menjadi Rp1,19 triliun.

Sementara itu, pendapatan bersih MOLI di 2018 mampu mencapai Rp94,24 miliar atau naik 7,56%. Direktur Utama Madusari Murni Indah Adikin Basirun mengatakan, pertumbuhan serupa berlanjut pada kuartal I/2019. Pada kuartal I/2019, MOLI mampu meningkatkan pendapatan bersih 2,2% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Madusari Murni Didepak dari Efek Syariah Gara-Gara Pakai Bahan Alkohol

“Pada kuartal I/2019, laba bruto MOLI juga mampu naik 1,8% jika dibandingkan kuartal I/2018,” katanya usai menghadiri acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta kemarin. Dengan kinerja yang menggembirakan itu, ada tiga rencana bisnis yang siap dilancarkan MOLI pada tahun ini. Pertama, mengembangkan bisnis ekspor.

“Selama ini, pasar ekspor mampu menyumbang 35% dari total pendapatan perseroan. Dengan penambahan bisnis ekspor, kami berharap pasar ekspor dapat bertumbuh3-4% tahun ini,” ungkap Direktur Madusari Murni Indah Donny Winarno. Guna mencapai target ekspor tersebut, lanjut Donny, MOLI akan melakukan ekspansi ke negara baru, seperti Thailand, Australia, dan Jepang. Sebelumnya, perseroan sudah melakukan ekspor ke lima negara, antara lain Singapura, Taiwan, dan Filipina. “Pada 2019 ini, kami juga akan fokus membesarkan pasar etanol di industri Food & Beverages dan kosmetik, yang notabene penyumbang terbesar di MOLI,” ucap Donny.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Rencana kedua adalah meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Adikin menjelaskan, MOLI akan meningkatkan kapasitas produksi dari 80 juta liter menjadi 100 juta liter per tahun pada 2019. “Rencana ketiga adalah meningkatkan cost efficiency pada pabrik 1 MRI dengan memasang Vinasse Boiler,” papar Adikin, yang menyebutkan capex MOLI pada 2019 ini mencapai Rp200 miliar. Selain tiga rencana bisnis tersebut, Adikin mengakui, MOLI juga akan memperbaiki proses produksi dan sumber daya manusia (SDM).

“MOLI baru saja mengimplementasikan sistem ERP yang diharapkan dapat membantu proses pelaporan, monitoring, dan operasional perusahaan. Sementara itu, untuk perbaikan SDM, kami rutin melakukan pelatihan agar SDM kami dapat menjadi aset perusahaan,” tutupnya.

(Heru Febrianto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini