Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp13,5 per lembar saham. Sehingga, total nilai dividen yang dibagikan sebesar Rp7,45 miliar atau 15,14% dari laba bersih tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp49,2 miliar. Rencananya, dividen akan dibagikan maksimal satu bulan dari tanggal keputusan RUPST. Sementara laba di tahan tersebut akan memperkuat arus kas perseroan sehingga akan menekan biaya operasional.
Baca Juga: Punya Duit Rp1,5 Triliun, Tower Bersama Baru Rogoh Rp407 Miliar untuk Buyback
Di kuartal pertama 2019, GHON mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 116,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp14,64 miliar. Di periode tersebut, GHON juga mencatat pertumbuhan pendapatan 12,2% menjadi Rp27,77 miliar. Perseroan menjelaskan, kenaikan laba bersih salah satunya didorong oleh kenaikan rasio kolokasi. Tercatat per 31 Desember 2018 rasio kolokasi 1,47, kini menjadi 1,52.
Sekedar tahu kolokasi adalah penambahan sewa menara dengan memanfaatkan menara yang ada. Artinya saat ini, satu menara GHON diisi oleh rata-rata 1,52 penyewa. Adanya penambahan kolokasi tentu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam mengelola menara. Sebab, kolokasi lebih memanfaatkan menara yang sudah ada dan tidak memakan biaya maintenance yang lebih besar ketimbang pembangunan menara baru.
Di sisi lain, Rudolf mengklaim pihaknya mampu melakukan efisiensi operasional. Hal itu karena kini PT Tower Bersama Infrastructure Tbk telah terlibat sebagai pengendali setelah GHON diakuisisi perusahaan menara itu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)