Dalam prospektusnya, rencananya pemilik lain Eastparc yaitu Gusti Sabah Binte akan melakukan penawaran terbatas atas 412, 63 juta sahamnya kepada pihak-pihak tertentu. Dengan begitu maka total kepemilikan saham publik akan bertambah menjadi 825, 27 juta. Perseroan mengungkapkan, nantinya dana yang dihimpun lewat IPO akan digunakan untuk melakukan ekspansi. Eastparc berencana akan membangun satu unit hotel baru bernama Eastparc Express di Yogyakarta, sebuah hotel bintang empat yang akan dibangun di atas tanah seluas 1.210 meter persegi (m2) dengan luas bangunan mencapai 9.509 m2.
Nantinya, hotel yang akan dibangun itu diproyeksikan akan memiliki 150 kamar. Rp115 miliar adalah jumlah yang diperkirakan dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengeksekusi rencana tersebut. Pertumbuhan kunjungan wisata di Daerah Istimwa Yogyakarta yang berangsur naik dari tahun ke tahun dilihat sebagai peluang oleh Eastparc. Per 2017, jumlah wisatawan di Yogyakarta mencapai 5,1 juta baik domestik maupun mancanegara. Jumlah itu tumbuh 14,94%.
Saat ini Eastparc memiliki satu hotel bintang lima yang berlokasi di Yogyakarta. Hotel itu disebut memiliki 189 kamar dengan masing-masing kelas. Perusahaan mengklaim, per Desember 2018 lalu tingkat rerata okupansi kamar di hotel Eastparc mencapai 76,4%. Jumlah itu naik dari tahun-tahun sebelumnya dimana tahun 2017 total okupansinya sebesar 71,41% dan di tahun 2016 total okupansinya mencapai 65,16%.
Selain itu, Eastparc juga memiliki 20 ruang pertemuan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibiton). Jumlah ruang itu diklaim terbanyak di DIY-Jawa Tengah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.