Untuk mencapai target tahun ini, perseroan mengoptimalkan kapasitas produksi, efisiensi produksi dan operasional, serta inovasi pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Perseroan juga mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan pangsa pasar ekspor, serta memperkuat struktur modal dan likuiditas.
Baca Juga: Wawancara Bos Sritex, Bikin Seragam Militer hingga Merchandise Asian Games
Tahun ini, SRIL menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 40 juta. Adapun mayoritas capex akan digunakan untuk biaya pemeliharaan reguler SRIL. Joy Citra Dewi, Corporate Communications SRIL pernah bilang, pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2018 lalu sudah melebihi ekspektasi yakni sekitar 35%. Untuk menembus angka tersebut kembali di tahun 2019 pihaknya kurang lebih akan menyiapkan capex yang tidak jauh berbeda dari tahun 2018.
”Salah satu faktor kinerja yang tumbuh signifikan ini adalah dari pertumbuhan anorganik melalui akusisi dua perusahaan di tahun 2018 lalu,” ujar Joy.
Perseroan menyampaikan optimistis kinerja kuartal II-2019 tetap kuat seiring dengan fokus perseroan ke segmen finishing kain dan garmen yang memiliki margin tebal. Pada kuartal I-2019, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan 18,30% secara tahunan menjadi USD316,85 juta. Namun demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 32,16% secara tahunan menjadi USD28,05 juta.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.