nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lepas 800 Juta Saham Baru, Inocycle Incar Penjualan Tumbuh 40%

Selasa 18 Juni 2019 12:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 278 2067758 lepas-800-juta-saham-baru-inocycle-incar-penjualan-tumbuh-40-dneTGb95qV.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Rencanakan go publik, PT Inocycle Technology Group Tbk terus pacu ekspansi bisnis dengan membuka pabrik baru. Di mana perseroan menargetkan bisa meningkatkan penjualan sampai 40% serta laba 20% pada akhir 2019.

Direktur Inocycle Technology Group Tbk Victor Choi menambahkan, perseroan memiliki target untuk meningkatkan laba sebesar 20% dan penjualan sebesar 40%. Salah satunya adalah dengan menambah modal kerja dan mengembangkan bisnis baru menggunakan dana penawaran umum perdana (IPO). “Pada penawaran saham perdana ini, perseroan menawarkan harga antara Rp240 –Rp380 per lembar. Adapun jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 800 juta lembar setara dengan 39,996% saham baru,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga: 25 Perusahaan Antri Go Publik di Pasar Modal Indonesia

Sementara itu, jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan adalah Rp100 per lembar. Adapun dia berharap ketika melantai perdana semua saham yang diterbitkan bisa disapu bersih. Sementara Direktur Inocycle Technology Group Tbk. Suhendra Setiadi mengatakan seluruh dana hasil dari penawaran umum akan digunakan untuk pembayaran hutang 40%, 30% pengembangan bisnis baru dan 30% menambah belanja modal.”Kami akan mengembangkan lebih lanjut di masa depan karena kami akan melindungi lingkungan dan tren yang memakai fiber daur ulang akan terus meningkat," katanya.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Sebagai informasi, Inocycle Technology Group Tbk merupakan anak usaha dari Grup Hilon yang bergerak di bidang industry serat tapel buatan dan industry bukan tenunan. PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin melalui Vice President Investment Banking, Bayu Eko Swastono mengatakan, telah menawarkan saham emiten anyar tersebut ke regional dan investor asing. Bayu mengatakan focus penawaran investor asing akan diberatkan ke Korea sebab sudah ada beberapa yang tertarik menyuntikkan dana.

Menurutnya perusahaan tersebut memang masih ‘hijau’ tapi itu peluang bagus sebab Inocycle bisa menjadi market leader dalam sektor daur ulang. Pasalnya belum ada perusahaan terbuka lain yang bergerak di bidang serupa.“Kami berharap nanti akan masuk di sektor basic industry atau lakin-lain,” katanya.

Disebutkan, untuk price earning ratio berkisar 7 sampai 11 kali net profit 2019 sebesar Rp59 miliar pada akhir 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini