Tunas Baru Lampung Bagi Dividen Rp133,55 Miliar.

Senin 24 Juni 2019 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 24 278 2070136 tunas-baru-lampung-bagi-dividen-rp133-55-miliar-mhKwlDVNXA.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menyepakati untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesarRp 133,55 miliar. Nilai tersebut setara dengan 17,62% dari total laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 757,74 miliar.

"Dalam RUPST salah satu agenda yang diputuskan adalah pembagian dividen senilai Rp 133,55 miliar yang per sahamnya akan menerima Rp 25,"kata Wakil Presiden Direktur Tunas Baru Lampung, Sudarmo Tasmin dikutip dari Harian Neraca di Jakarta, Senin (24/6/2019)

Selain itu, perseroan juga menyisihkan Rp 500 juta dari total laba bersih untuk keperluan dana cadangan. Sedangkan sisanya akan disimpan sebagai saldo laba guna menyokong dana tambahan kegiatan operasional perusahaan. Tahun lalu, kinerja keuangan perusahaan yang fokus pada perkebunan dan produk lemak nabati ini sempat mengalami penurunan di pos laba bersih sebesar 22,13% menjadi Rp 757,74 miliar dari tahun sebelumnya Rp 973,18 miliar.

Penurunan laba bersih ini terjadi karena pendapatan perusahaan yang juga melemah di 2018 sebesar 4,02% dari Rp 8,97 triliun menjadi Rp 8,61 triliun. Meskipun laba tahun lalu terkoreksi, Sudarmo masih menyakini produksi CPO tahun ini akan tumbuh hingga 15% secara tahunan. Menurutnya, itu semua didukung dengan kondisi curah hujan saat ini yang optimal yang akan membuat produksi tandan buah segar menjadi lebih baik. “Semester II 2019 harga CPO juga diprediksi akan terus membaik. Program B20 dan B30 pemerintah turut menjaga supply dan demand CPO sehingga harga akan naik,” ujar Sudarmo.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, pihaknya menyiapkan dana belanja modal tahun 2019 sebesar Rp 600 miliar sampai Rp 700 miliar. TBLA akan menutup 30% kebutuhan dana ini dari pinjaman perbankan. Tunas Baru Lampung akan menutup sisa kebutuhan dana dari kas internal perusahaan. Pihaknya pun tengah berencana membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru. Pabrik iniakan meningkatkan produksi CPO menjadi 90 ton per jam dari 45 ton per jam dalam 1,5 tahun ke depan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini