nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulai 2020, Distribusi Gas Elpiji 3 Kg Dilakukan Tertutup

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 08:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 24 320 2070045 mulai-2020-distribusi-gas-elpiji-3-kg-dilakukan-tertutup-NpfBjTcSxE.jpg Foto: Agen Gas Elpiji 3 Kg (Okezone)

JAKARTA – Pemerintah memastikan akan mendistribusikan gas elpiji 3 kilogram (kg) pada 2020 mendatang. Distribusi tertutup diterapkan dengan cara menyalurkan elpiji 3 kg kepada golongan masyarakat tidak mampu dengan menggunakan kartu identitas tertentu.

“Distribusi elpiji 3 kg secara tertutup, Insya Allah di terapkan tahun depan. Itu yang penting masyarakat dapat uang subsidi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pelaksanaan distribusi gas elpiji 3 kg tertutup terjadi perubahan mekanisme, yaitu subsidi diberikan berdasarkan kartu identitas tertentu.

Adapun nominal uang subsidi diberikan kepada masyarakat tidak mampu melalui uang elektronik yang dimasukkan ke kartu identitas penerima. Nanti jumlah nominal uang subsidi akan diisi saldo dengan besaran nominal yang ditentukan pemerintah.

Baca Juga: YLKI: Awasi Konsumsi Gas Elpiji Subsidi 3 Kg

Tujuan penerapan distribusi elpiji 3 kg tertutup agar tepat sasaran bagi masyarakat tidak mampu. Adapun penerima subsidi akan disesuaikan dengan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Penerapannya akan di lakukan bertahap. Untuk kotanya dilakukan di Jabodetabek, selanjutnya bertahap ke kota lain,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Refor Miners Institute Komaidi Notonogoro mengatakan, persoalan dihadapi saat ini adalah acuan verifikasi data yang digunakan untuk mendata masyarakat miskin tidak jelas sehingga membingungkan.

Baca Juga: Dapat Rp20.000, Ini Skema Pendistribusian Gas Elpiji Subsidi

Padahal akurasi data itu penting agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan hanya dikonsumsi oleh masyarakat miskin. “Kalau kita lihat lembaga pemerintah, seperti BPS, BPJS, maupun TNP2K, data jumlah masyarakat miskin berbeda-beda.

Tentu jika acuan yang digunakan pemerintah tidak jelas, maka akan menyulitkan distribusi di lapangan,” ujarnya. Dia meminta pemerintah mengevaluasi terlebih da hulu basis data yang digunakan untuk memberikan kartu subsidi kepada masyarakat sehingga validitasnya terukur dengan tepat.

Jika tidak terverifikasi dengan tepat, dikhawatirkan justru akan menambah beban masyarakat miskin. “Pemerintah akan menggunakan basis data yang mana, harus jelas. Boleh berhemat anggaran, tapi pola penghematan juga harus dilakukan secara tepat,” kata dia.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Migas Erry Purnomohadi berharap pelaksanaan pola distribusi tertutup segera diterapkan mengikuti India dan Meksiko. Hal itu supaya pendistribusian gas elpiji 3 kg tepat sasaran.

Setelah distribusi tertutup bisa dijalankan, pihaknya me - minta gas elpiji 3 kg dapat dijual sesuai harga pasar. “Jadi subsidi elpiji 3 kg tetap diberikan kepada yang berhak, sedangkan yang tidak berhak tetap dapat membeli elpiji 3 kg tapi sesuai harga pasar,” ucapnya.

Dia juga menyarankan supaya distribusi tertutup dilakukan di Jabodetabek. “Penduduk Jakarta ini kan jumlahnya 10% dari keseluruhan penduduk di Indonesia. Kalau uji coba dan pelaksanaannya sukses di Jakarta, daerah lain tinggal ikut saja,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini