CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah dua hari berturut-turut turun, didorong oleh dolar AS lebih lemah.
Mengutip Antaranews dari Laporan Xinhua, Sabtu (29/6/2019), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik USD1,7 atau 0,12%, menjadi ditutup pada USD1.413,7 per ounce.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, turun 0,03% menjadi 96,19 pada pukul 17.30 GMT.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Sehari sebelumnya, emas berjangka melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena logam mulia tertekan oleh meningkatnya sebagian besar ekuitas Amerika Serikat (AS).
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 4,7 sen atau 0,31%, menjadi USD15,341 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah USD23,6 atau 2,89%, menjadi ditutup pada USD841,1 per ounce.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.