Share

Inalum Siap Akuisisi Saham Vale Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 10 278 2076924 inalum-siap-akuisisi-saham-vale-indonesia-SKjI8Bts3R.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum siap mengakuisisi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Berdasarkan perhitungan awal, valuasi 20% saham Vale tidak lebih dari USD1,5 miliar.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga kini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan persetujuan terhadap keinginan Inalum mengakuisisi saham sebagai bagian divestasi saham Vale.

 Baca juga: 4 Usulan Bos Inalum Dorong Hiliriasi Tambang

Pihaknya masih menunggu persetujuan dari pemerintah. ”Kami sudah hitung angkanya, tidak sampai segitu. Arti nya, kalau disuruh akuisisi kami sudah sangat siap,” kata Budi di Jakarta.

Adapun kesepakatan terkait divestasi merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 77/2014 sebagai perubahan ketiga PP Nomor 23/2010. Dalam beleid tersebut, divestasi harus dilakukan paling lambat pada 14 Oktober 2019 atau 5 tahun setelah terbitnya PP 77.

 Baca juga: Inalum Targetkan Produksi 1 Juta Ton Alumunium

Adapun besaran divestasi dalam PP 77 terbagi dalam tiga kategori yang merujuk pada kegiatan pertambangan. Vale termasuk kategori kedua, yakni kegiatan pertambangan dan pengolahan pemurnian. Oleh sebab itu, kewajiban divestasi Vale hanya 40%.

Amandemen kontrak kerja juga menyepakati Vale wajib melepas 20% saham lagi lantaran sudah 20% sahamnya telah tercatat di Bursa Efek Indonesia dan diakui sebagai saham divestasi. Vale merupakan perusahaan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

 Baca juga: Inalum Jajaki Kerjasama Perusahaan Material Baterai Asal China Terbesar di Dunia

Perusahaan multitambang yang berpusat di Brasil itu memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 40%. Besaran divestasi itu berdasarkan kesepakatan dalam amandemen kontrak karya pada 2014. Menurut Budi, valuasi saham Vale tidak terlalu sulit.

Ini didukung posisi Vale yang merupakan perusahaan terbuka sehingga perhitungan secara adil bisa langsung dilakukan. ”Valuasi sebenarnya gampang, di market ada mekanisme yang cukup fair untuk perhitungan valuasi perusahaan. Kami siap kalau ditugaskan,” katanya.

Budi menegaskan, Inalum masih sanggup melakukan akuisisi, meskipun akhir tahun lalu telah menggelontorkan lebih dari USD3,85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia. Hingga akhir 2018, modal perusahaan yang menjadi induk dari PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat sebesar Rp100 triliun, serta memiliki kas internal mencapai Rp20 triliun.

”Kalau uangnya cukup, ya langsung. Kalau tidak cukup, pinjam,” ujar dia. Sebelumnya, Senior Manager Communication Vale, Suparam Bayu Aji mengatakan, penawaran divestasi saham kepada pemerintah telah sesuai Perjanjian Amandemen Kontrak Karya dan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

”Pada intinya, kami siap, namun semua itu memang ada tahapan yang harus dilalui,” kata dia. Saat ini Vale memiliki konsesi lahan tambang di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

Adapun pihaknya juga telah menyampaikan surat kepada Menteri ESDM soal pelaksanaan divestasi itu. Menurut Bayu, Vale tinggal menunggu arahan soal tahapan yang diberlakukan oleh Kementerian ESDM untuk memenuhi divestasi sesuai aturan amandemen kontrak karya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini