nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Fakta Ibu Kota Jadi Pindah ke Kalimantan

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 06:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 12 470 2077955 sederet-fakta-ibu-kota-jadi-pindah-ke-kalimantan-gi6WvU5lrR.jpg Ibu Kota Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota negara. Lokasi yang akan menjadi ibu kota baru yakni Kalimantan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk daerah yang akan menjadi ibu kota baru sudah ditetapkan yakni Kalimantan. Namun untuk kepastian kotanya akan segera diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

Berikut beberapa fakta menarik terkait pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan yang dirangkum Okezone, Sabtu (13/7/2019):

1. Kalimantan Strategis Jadi Ibu Kota Baru

Menurut Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, alasan mengapa memilih Kalimantan adalah karena letaknya berada di tengah-tengah. Artinya ibu kota baru ini dekat dengan wilayah dengan wilayah barat dan juga tidak terlalu jauh dari wilayah timur Indonesia.

“Kita ingin ibu kota baru itu Indonesia sentris, karena didesain dan dipilih bangsa sendiri,” ucapnya.

Tak hanya itu, dipilihnya Kalimantan juga karena pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut sedang dihadapkan masalah. Mengingat pertumbuhan ekonomi di sana dipengaruhi oleh harga komoditas.

“Kalimantan ini ekonominya sekarang tertekan sekali karena mereka mengandalkan komoditas seperti baru bara,” ucapnya.

2. Desain Ibu Kota Baru untuk 1,5 Juta Penduduk

Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam mendesain ibu kota baru ini pemerintah tidak menjadikan seperti di Jakarta. Begitupun jumlah penduduknya, diperkirakan hanya akan ada sekitar 1,5 juta penduduk saja yang tinggal di sana.

Dari jumlah 1,5 juta tersebut nantinya akan ditinggali oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga para pelaku bisnis. Ditambah juga warga sekitar yang sudah menetap di sana.

"Saya enggak mungkin desain kota sepi pakai uang banyak. Saya desain kota 1,5 juta penduduk. Apakah itu sepi? desainnya segitu, mungkin tercapai dalam 10 tahun. Tapi kita tidak ciptakan Jakarta kedua," ujarnya.

3. RI Studi Banding ke Malaysia hingga Brasil

Pemerintah akan melakukan studi banding ke beberapa negara yang telah sukses memindahkan ibu kota negaranya. Beberapa negara yang masuk dalam radar adalah Brasil, Malaysia hingga Pakistan.

4. Pemindahan Ibu Kota Libatkan REI dan BUMN

Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pelaku usaha properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) siap turut serta membangun properti di ibu kota negara baru.

Bambang mengatakan REI siap terlibat dalam pembangunan ibu kota baru tanpa kucuran dana Rp1 pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain REI, masih banyak perusahaan yang akan terlibat dalam pembangunan ibu kota baru, tidak hanya dari kalangan swasta, namun juga perusahaan BUMN.

"Intinya banyak pelaku usaha yang tertarik dan BUMN boleh ikut," kata dia.

5. Pemindahan Ibu Kota Gunakan Skema KPBU

Pemerintah menyiapkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk memindahkan ibu kota. Artinya, dengan melibatkan pihak swasta bisa menjadi pertama kalinya di dunia. Karena mayoritas negara memindahkan ibu kota mengandalkan APBN-nya.

Menurut Bambang, banyak negara sukses memindahkan ibu kota negaranya seperti Brasil dan Malaysia bahkan Pakistan. Namun pemindahan tersebut sudah berlangsung beberapa puluh tahun yang lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini