nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Boediono Cermati Pidato Jokowi: Pahit tapi Hasilnya Luar Biasa

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 14:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 15 320 2079080 boediono-cermati-pidato-jokowi-pahit-tapi-hasilnya-luar-biasa-NXNRbzpskL.jpg Foto: Boediono Cermati Pidato Jokowi (Okezone)

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Boediono menyambut positif pidato visi pembangunan Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu 14 Juli 2019 malam. Menurutnya, pidato visi Indonesia itu menumbuhkan harapan yang lebih baik lagi.

Menurut Boediono, kebijakan Presiden selama lima tahun ke depan memang akan sangat pahit untuk dijalankan. Namun untuk jangka panjang, apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ini akan bermanfaat.

"Saya senang sekali, semalam mencermati pidato Presiden, melaksanakan langkah yang agak pahit tapi hasilnya luar biasa untuk masa yang lebih panjang. Banyak kebijakan kita demikian di keuangan, short term thing untuk long term,” ujarnya saat ditemui di Kantor DJP, Jakarta, Senin (15/7/2019).

 Baca Juga: Soal Pidato Jokowi, Menko Luhut: Beliau Visioner

Menurut Boediono, kebijakan tersebut juga harus didukung oleh semua pihak. Termasuk juga dari pihak legislatif dalam hal ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) agar visi Indonesia ke depan bisa terlaksana.

“Kalau ada niat dan dukungan, saya kira dapat dilaksanakan baik termasuk support rekan Senayan," ucapnya.

 Baca Juga: Ceritakan soal Krisis 1998 di Hari Pajak, Boediono: Kerusakannya Luar Biasa!

Boediono mengatakan, tantangan ekonomi ke depan termasuk pajak tidaklah mudah, sehingga butuh dukungan semua pihak.

“Pekerjaan ke depan bagi pajak akan sangat kompleks dan tidak mudah. Jadi, kalau kita dalam menulis teori perpajakan mudah sekali, tapi dalam dunia nyata ini perlu political support," katanya.

Mantan Menteri Keuangan era Megawati itu mengatakan, dalam mengelola perekonomian teknologi digital memang menjadi hal yang penting. Karena penggunaan teknologi digital ini memungkinkan untuk secara lebih cermat mendapatkan data terbaik untuk mengambil keputusan kebijakan.

"Big data atau data analytics harus sudah masuk jadi bagian setiap negara kita, karena itu kuncinya," ucap Boediono

Namun, Boediono juga mengingatkan pengelolaan ekonomi dengan melibatkan informasi teknologi (IT) sangat menentukan keakuratan pengambilan kebijakan. Jika sistem masih menganut teknologi lama, maka sulit untuk bersaing.

"Kita bisa dapatkan input untuk kebijakan kita lebih baik dibandingkan mengandalkan sistem lama, mengumpulkan statistik, di analisa sendiri. Itupun statistiknya belum tentu populasi. Selain itu, keringanan waktu dengan teknologi baru, kuncinya bukan pada membeli peralatan tapi manusianya," jelasnya.

Sebagai informasi, Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato politiknya di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Minggu (14/7). Jokowi hadir bersama Ibu Iriana Jokowi. Hadir pula Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin dan istrinya. Pidato Jokowi bertema Visi Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Dalam pidatonya, banyak hal disinggung Jokowi untuk mewujudkan mimpi Indonesia menjadi negara terkuat di dunia. Mulai dari pembangunan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia, kerja keras, persatuan hingga ideologi bangsa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini