nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Gelembung Gas di Lapangan YYA Pantai Utara

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 17:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 320 2080209 ada-gelembung-gas-di-lapangan-yya-pantai-utara-M9ZpIMLao9.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membenarkan telah terjadi gelembung gas di lapangan YYA, Blok Offshore North West Java (ON‎WJ), yang terletak di perairan Pantai Utara Pulau Jawa.

Vice President Relations PHE Ifki Sukarya mengatakan, ‎kejadian sendiri terjadi pada tanggal 12 Juli. Gelembung yang muncul di sekitar anjungan lepas pantai YAA yang dioperatori PHE ONWJ, di sekitar 2 Kilo Meter (KM) dari Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat disebabkan efek yang pengeboran yang dilakukan di sumur YYA-

"Bahwa sumur YY A1 ini sumur yang eksplorasi sebelumnya dan sedang kita preproasi untuk produksi. Itu bikin lubang-lubang untuk kegiatan produksi. Saat melubangi itulah timbul flow, muncul gelembung gas," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

 Baca Juga: Pertamina Resmi Ambil Alih 100% Wilayah Kerja Raja Sumsel

Ifki menjelaskan, gelembung gas saat ini masih terjad. Kendati demikian pihaknya sudah menyiapkan perangkat untuk mengantisipasi kebocoran minyak‎. Selain itu, masyarakat di tiga desa dekat proyek tersebut sudah diminta untuk bersiaga.

‎"Jadi nanti kita siapkan oil spill respond team untuk siapkan startegi di laut dan di darat, jangan sampai ke darat. Kami sudah ada 3 tim di luat. Oil boom (alat untuk mengatasi kebocoran minyak) panjangnya 3 km. ‎ Ada tiga desa di perkirakan bakal terpapar," jelas Ifki.

 Baca Juga: Cari Cadangan Migas Baru, Pertamina Eksplorasi Perairan Selat Malaka

Ifki menambahkan, saat pertama kali kejadian, puhaknya telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT), untuk ‎menanggulangi kejadian gelembung gas ini. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan pihak PHE ONWJ sudah menutup kegiatan pengeboran sumur YYA1, selain itu juga memindahkan pekerja yang berada di anjungan lepas pantai dan menara pengeboran.

"Jadi kami segara pd saat dilakukan penutupan, kami aktiviasi IMT yang bertugas monitor situasi di lapangan," ucapnya .

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini