nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transcoal Raih Kontrak Baru Rp76 Miliar

Senin 22 Juli 2019 13:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 22 278 2081987 transcoal-raih-kontrak-baru-rp76-miliar-LJR31AlwU6.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Emiten pelayaran, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) meraih kontrak baru pada semester kedua tahun ini dari produsen minyak sawit mentah asal Jakarta. Perseroan mengungkapkan, kontrak baru tersebut memiliki total periode sepanjang tiga tahun di mulai Agustus 2019.

Meskipun tidak menyebutkan nama perusahaan yang minyak sawit yang dimaksud, namun perseroan menyebutkan lewat kontrak baru tersebut berpotensi mengantungi dana sebesar Rp76 miliar.

 Baca Juga: Transcoal Pacific Bikin Perusahaan Patungan dengan Mitra Luar Negeri

Nantinya perseroan diwajibkan menggunakan kapal tunda dan kapal tongkang untuk memuat CPO dan palm kernel dari beberapa tempat seperti Labuhan Muat Bunati, Labuhan Muat Kelampai, Labuhan Muat Pangkalan Banteng, Labuhan Muat Pamukan dan Sungai Durian serta Labuhan Muat Tayan.

Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard Talumewo mengatakan, semuanya akan diantar ke Labuhan Bongkar Pulau Laut. Saat ini, TCPI sendiri memiliki 51 tug boat dan 45 barge. Pada bulan Juni lalu, TCPI baru saja membeli dua buah kapal dari Renjani Maritim senilai Rp 21,5 miliar.

 Baca Juga: Kantongi Kontrak Angkut Batu Bara, Transcoal Pacific Beli Mother Vessel

Dengan utilisasi kapal yang disebut mencapai 100% serta adanya kenaikan volume pengangkutan, maka Transcoal Pacific mengharapkan pendapatan pada akhir tahun ini bisa mencapai Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun.

Asal tahu, jumlah itu setara dengan pertumbuhan sebesar 49,96% yoy. Pencapaian itu cukup signifikan mengingat per akhir tahun lalu, emiten ini membukukan pendapatan sebesar Rp2,32 triliun.

Belum lama ini, perseroan dalam pengembangan bisnisnya membentuk usaha patungan ataujoint venturedengan mitra dari luar negeri. Perseroan menyebutkan, pembentukan JV sudah dalam tahap final dan proses pembentukan akan selesai dalam waktu dekat.

”Mudah-mudahan kuartal III/2019 sudah bisa signing,” kata Richard seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Richard menjelaskan bahwa dalam usaha patungan itu perseroan akan mengempit kepemilikan mayoritas. Disebutkan, porsi pereroan diperkirakan sebesar 55% dan dalam JV itu, TCPI bertindak sebagai penyedia jasa pengangkutan. Perseroan akan bertanggung jawab untuk logistik komoditas batu bara dan nikel.

Kendati demikian, dirinya belum membeberkan secara detail berapa investasi yang akan dikeluarkan untuk usaha patungan tersebut. Namun, pihaknya menyebut memerlukan penambahan aset sebagai pendukung bisnis di dalam JV. “Kebutuhannya minimal tambahan duamother vessel,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini