Seiring dengan pertumbuhan kredit, BNI mencatatkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) membaik menjadi 1,8% pada semester I-2019, dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 2,1 %. Credit cost juga menunjukkan perbaikan dengan turun dari 1,7% pada semester I-2018 menjadi 1,4% pada semester I-2019.
"Sementara coverage ratio terus meningkat dari 150,2 % di semester I-2018 menjadi 156,5% pada akhir semester I-2019," katanya.
Anggoro menambahkan, pertumbuhan penyaluran kredit itu sejalan dengan kemampuan perseroan menjaga likuiditas. Di mana Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 13% yoy sepanjang semester I-2019 menjadi Rp595,07 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp526,48 triliun.
"BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA (dana murah) yang mencapai 64,6% dari total DPK," kata dia.
BNI juga mencatatkan penambahan jumlah rekening sekitar 7,5 juta sepanjang paruh pertama 2019, menjadi 46,5 juta dari semester I-2018 sebesar 39 juta rekening. Jumlah branchless banking juga meningkat dari 94 ribu menjadi 124 ribu.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.