nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duniatex Terancam Gagal Bayar, OJK Pelototi Risiko Kredit Macet Bank

Rabu 24 Juli 2019 18:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 24 320 2083130 duniatex-terancam-gagal-bayar-ojk-pelototi-risiko-kredit-macet-bank-fj9YunICSM.jpeg Foto: Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) merupakan salah satu kreditur dari Duniatex. Kredit BNI kepada anak usaha Duniatex yang telah disalurkan sebesar Rp459 miliar. Pinjaman itu terdiri dari kredit sindikasi Rp301 miliar dan juga kredit bilateral sebesar Rp158 miliar.

BNI menegaskan hingga jangka waktu kewajiban Duniatex periode Juni 2019, pembayaran angsuran kredit masih normal atau tergolong kolektibilitas tahap pertama.

“Adanya kejadian itu, BNI lakukan antisipasi pada Juli 2019 pembayarannya seperti apa,” kata Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta.

Bob menegaskan bahwa perseroan juga menguasai aset yang dijadikan jaminan oleh Duniatex untuk mendapatkan kredit. Nilai jaminan kredit itu mencapai 2,5 kali lipat dari total kredit yang disalurkan BNI.

“Ini kami baru saja terjadi. Kami sedang bicarakan dengan pemiliknya untuk mencarikan investor. Kita lihat seperti apa,” kata Bob.

Setelah kabar gagal bayar dari Delta Dunia Sandang Tekstil, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, S&P Global Ratings mengumumkan untuk memangkas peringkat utang perusahaan sebesar enam level dari BB- menjadi CCC- dengan alasan tantangan likuiditas di perusahaan.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings juga menurunkan peringkat kredit Delta Merlin Dunia Textile menjadi B-. Fitch menyoroti tekanan pembiayaan kembali dan risiko likuiditas yang dihadapi perusahaan.

Meskipun tidak memiliki debitur yang gagal bayar, bank swasta terbesar di Tanah Air, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengatakan saat ini pihaknya semakin "mengencangkan ikat pinggang" dalam menyalurkan pinjaman karena beberapa kasus gagal bayar sejumlah debitur.

Masalah finansial dunia usaha tersebut disebabkan dampak dari perlambatan perekonomian global dan berlanjutnya perang dagang antara AS dan China.

"Kita memang hati-hati, beberapa bonds (obligasi) di market (pasar) itu default. Jadi kita mesti hati-hati di market," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini