Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Menko Luhut Pertanyakan Mati Lampu, Nomor 5 Soal Keterlibatan Swasta

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Sabtu, 17 Agustus 2019 |06:08 WIB
Fakta Menko Luhut Pertanyakan Mati Lampu, Nomor 5 Soal Keterlibatan Swasta
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemadaman listrik secara mendadak terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek pada Minggu, 4 Agustus 2019. Aktivitas perekonomian pun lumpuh pada hari itu, utamanya di DKI Jakarta, lantaran listrik padam hingga belasan jam.

Kondisi ini menuai keluhan dan kritik dari berbagai pihak, tak terkecuali oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dia bahkan sempat memanggil Plt Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani untuk membahas insiden mati listrik tersebut.

Pasalnya, meski listrik sudah kembali menyala secara bertahap sejak malam hari, namun secara bergantian listrik kembali padam di berbagai wilayah. Situasi itu membuat aktivitas masyarakat kembali terhambat oleh persoalan lanjutan dari mati listrik tersebut.

Berikut sejumlah fakta-fakta terkait insiden padamnya listrik, seperti yang dirangkum oleh Okezone: 

1. Menko Luhut Minta PLN Tanggung Jawab

Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani sempat menyatakan, untuk para pelanggan bersabar dan ikhlas terkait insiden pemadaman listrik tersebut. Saat itu, Sripeni menyebut pihak PLN tengah berjuang mempercepat nyalanya listrik.

"Kami mohon dukungan rekan rekan semua, dan keikhlasan dari para pelanggan. Hari ini kita juga sulit berkomunikasi. Jadi kami mohon maaf," ujarnya dalam acara konferensi pers Kantor PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019).

Baca Juga: MRT Jakarta Minta PLTD Senayan Standby 24 Jam

Menanggapi hal tersebut, Menko Luhut pun meminta PLN bertanggung jawab, tak hanya sekedar meminta masyarakat untuk ikhlas.

"(Meminta ihklas) itu sebagai ucapan-ucapan saja. Ikhlas sih iya, tapi kalau salah, yah salah saja. Dia (PLN) suruh tanggung jawab juga," ujar Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Saat ini PLN dipastikan melakukan pembayaran kompensasi yang totalnya mencapai Rp865 miliar kepada dengan 21,9 juta pelanggan yang mengalami mati listrik.

2. Menko Luhut Cari Tahu Apakah Mati Listrik Massal karena Pohon Sengon

Menko Luhut menyatakan, telah meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan audit terkait permasalahan pemadaman listrik. Seperti diketahui, pohon sengon disebut-sebut jadi penyebab insiden mati listrik.

Baca Juga: Menko Luhut Resmikan Pelelangan Ikan Daring Pertama di RI

PLN menyebut penyebab gangguan sistem transmisi Ungaran-Pemalang 500 kilovolt (Kv) dikarenakan letaknya yang berdekatan dengan pohon sengon.

"Jadi sekarang sedang diaudit semua, dilihat apa salahnya. Apakah ada kesalahan teknis atau hanya kesalahan pohon sengon itu, atau yang lainnya," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

"Saya cuma mau BPPT melakukan hal itu. Di mana BPPT juga badan lembaga negara. Dan supaya profesor-profesor pinter itu ikut melihat sendiri," imbuhnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement