nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Stabil, Brent Dipatok USD60,03 per Barel

Rabu 21 Agustus 2019 07:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 21 320 2094601 harga-minyak-stabil-brent-dipatok-usd60-03-per-barel-OchEvWuMfx.jpg Ilustrasi: Harga Minyak (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah optimisme meredanya ketegangan perdagangan AS-China dan harapan ekonomi-ekonomi utama mengambil langkah-langkah stimulus untuk menangkal kemungkinan perlambatan ekonomi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan September, patokan internasional untuk harga minyak, menetap 29 sen atau 0,5% lebih tinggi menjadi USD60,03 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Usai Penyerangan Kilang Minyak Aramco

Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 13 sen menjadi berakhir di USD56,34 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah AS berbalik lebih rendah dalam perdagangan pasca-penyelesaian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak siap untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan China.

Amerika Serikat mengatakan akan memperpanjang penangguhan hukuman yang mengizinkan Huawei Technologies, China, untuk membeli komponen dari perusahaan AS, menandakan sedikit pelunakan dari konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Kilang Minyak

"Ini adalah surut dan mengalirnya perang dagang AS-China dan beberapa harapan stimulus ekonomi yang datang di pasar-pasar ini, termasuk potensi stimulus fiskal oleh Jerman," kata Mitra Again Capital John Kilduff, dikutip dari Reuters.

Kekhawatiran atas tingkat permintaan minyak keseluruhan terus membebani harga minyak mentah. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun ini sebesar 40.000 barel per hari (bph) menjadi 1,10 juta barel per hari dan mengindikasikan pasar akan mengalami sedikit surplus pada 2020.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Ditopang Meredanya Resesi Ekonomi

Reli di pasar ekuitas di seluruh dunia karena ekspektasi yang meningkat bahwa ekonomi global akan mengambil tindakan terhadap perlambatan pertumbuhan, juga memberikan dukungan terhadap harga minyak.

Suku bunga referensi pinjaman baru China ditetapkan sedikit lebih rendah pada Selasa (20/8/2019) setelah bank sentral mengumumkan reformasi suku bunga yang dirancang untuk mengurangi biaya pinjaman perusahaan, sementara di Jerman ada juga langkah positif.

Pemerintah koalisi Jerman mengatakan akan siap untuk mengabaikan aturan anggaran berimbang dan mengambil utang baru untuk menghadapi kemungkinan resesi.

"Pengumuman China tentang reformasi suku bunga utama selama akhir pekan telah mendorong ekspektasi pengurangan segera dalam biaya pinjaman perusahaan," kata Cantor Fitzgerald dalam sebuah catatan, dikutip dari Antaranews, Rabu (21/8/2019).

Para pedagang juga mengamati tanda-tanda ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat menggambarkan sebagai patut disayangkan pembebasan sebuah kapal tanker Iran di pusat konfrontasi antara Iran dan Washington, memperingatkan Yunani dan pelabuhan-pelabuhan Mediterania agar tidak membantu kapal itu.

Selain itu, pasar menunggu data mingguan persediaan AS, yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan 1,9 juta barel dalam stok minyak mentah untuk minggu lalu. American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, melaporkan perkiraannya pada pukul 16.30 waktu setempat, diikuti oleh dan data pemerintah pada Rabu pagi.

1
2

Berita Terkait

Minyak Mentah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini