nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Jatuh Akibat Perang Dagang, Brent Sentuh Level USD59,34/Barel

Sabtu 24 Agustus 2019 09:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 24 320 2096032 harga-minyak-jatuh-akibat-perang-dagang-brent-sentuh-level-usd59-34-barel-LkxdhR1jb6.jpg Ilustrasi Perang Dagang China-AS. (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah China mengumumkan mengenakan tarif tambahan pada barang-barang impor asal Amerika Serikat (AS) senilai USD75 miliar. Sebagai tanggapan atas kenaikan tarif AS yang baru diumumkan atas barang-barang China.

Baca Juga: Ketidakpastian Penurunan Suku Bunga The Fed Bikin Harga Minyak Merosot

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober merosot USD1,18 menjadi menetap pada USD54,17 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober turun USD0,58 menjadi ditutup pada USD59,34 per barel di London ICE Futures Exchange.

Perang Dagang AS-China

Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara mengumumkan berdasarkan undang-undang dan disetujui oleh Dewan Negara, total 5.078 produk AS termasuk minyak mentah, kedelai, kacang tanah, makanan laut, ayam, buah dan sayuran, serta bulu hewan, akan dikenakan tarif tambahan 10% atau 5%.

Baca Juga: Stok Minyak AS Turun, Brent Naik Jadi USD60,30/Barel

Kenaikan tarif akan dilaksanakan dalam dua kelompok dan mulai berlaku masing-masing pada 1 September dan pukul 24.01 malam waktu Beijing dan 15 Desember.

Para investor energi di pasar keuangan global telah beralih ke mode penghindaran risiko (risk-off) di tengah kekhawatiran yang semakin mendalam bahwa peningkatan perang perdagangan AS-China akan mengurangi permintaan global.

Perang Dagang AS-China

Seiring dengan merosotnya minyak mentah berjangka, ekuitas-ekuitas energi juga memperpanjang kerugian yang nyata. Sektor energi merosot lebih dari 3,8% pada penutupan pasar, berkinerja terburuk dari 11 sektor utama S&P 500. Demikian dikutip dari Antaranews, Sabtu (24/8/2019).

Sektor energi tersebut melibatkan sejumlah perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas, perusahaan listrik terintegrasi, kilang dan operasi lainnya, yang menghasilkan pendapatan yang terkait dengan harga minyak mentah, gas alam, dan komoditas lainnya.

1
2

Berita Terkait

Minyak Mentah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini