nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuota FLPP Menipis, Menteri Basuki Kirim 'Surat Cinta' ke Sri Mulyani

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 12:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 29 470 2098079 kuota-flpp-menipis-menteri-basuki-kirim-surat-cinta-ke-sri-mulyani-OyT76f2uA6.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta tambahan kuota skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Kementerian Keuangan. Pasalnya, kuota FLPP yang disediakan saat ini hampir habis.

Baca Juga: Tak Capai Target, Kuota Penyaluran FLPP 17 Bank Terancam Dialihkan

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat untuk memita tambahan kuota kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Namun hingga saat ini masih menunggu surat balasan dari permintaan tersebut.

Khalawi memaklumi, Sri Mulyani tidak mungkin memberikan dengan mudah permintaan tambahan kuota FLPP ini. Perlu ada kajian mendalam mengingat ini berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P).

Rumah

“80% kan sudah. Pak menteri sudah menyurati Menkeu untuk minta tambahan kuota. Tapi kita tunggu saja hasilnya. Karena melalui APBNP mesti dibahas dengan DPR kita tunggu aja,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga: Bank Tak Perform Salurkan FLPP, Kuota Dialihkan ke BTN

Menurut Khalawi, pihaknya meminta tambahan kuota FLPP sebanyak 140.000 unit lagi untuk tahun ini. Artinya jika keinginan tersebut dipenuhi, pemerintah akan menyalurkan FLPP sebanyak 208.000 unit.

“Kurang lebih 140.000. Enggak (jadi 140.000 lagi ditambah 68.000) Itu kan usulan,” ucapnya.

Oleh karena itu lanjut Khalawi, pihaknya meminta kepada para pengembang untuk bersabar. Karena saat ini Kementerian PIPR masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.

“Kita tinggal menunggu kebijakan kan otoritasnya dari kementerian keuangan kita tunggu saja,” ucapnya.

Sebagai informasi sebelumnya, pengembang mengeluhkan kuota rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang kian menipis. Bahkan, kuota yang sebelumnya direalokasikan ke Bank BTN sebanyak 5.000 unit, disebut akan habis akhir bulan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini