JAKARTA - PT Kencana Energi Lestari Tbk resmi melantai di di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), pada perdagangan Senin (2/9/2019). Emiten berkode saham KEEN tersebut menjadi perusahaan ke-33 yang tercatat di 2019.
Perusahaan yang bergerak pembangkit listrik tenaga air (PLTA) itu melepas 733.262.500 lembar saham ke publik. Nilai itu setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.
Baca juga: Siap-Siap, Kencana Energi Lestari Bakal Melantai di BEI Pagi Ini
Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan harga sebesar Rp396 per saham, maka perseroan bakal mengantongi dana segar hasil IPO sebesar Rp290,37 miliar. Pada masa penawaran umum perdana, saham KEEN mengalami oversubscribed sebanyak 47 kali.

Saat pembukaan perdagangan, saham KEEN dibuka naik 48,99% atau 194 poin dari harga IPO menjadi Rp590 per saham. Saham KEEN tercatat ditransaksikan 37 kali dengan volume transaksi 30.558 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,8 miliar.
Baca juga: Listing, Saham Megapower Makmur Resmi Berlayar di Pasar Modal
Direktur Utama Kencana Energi Lestari Henry Maknawi menyatakan, perolehan dana hasil IPO bakal digunakan untuk kebutuhan ekspansi bisnis, belanja modal (capital expenditure/ (capex), dan modal kerja (working capital).
"Sekitar 55% untuk mendukung pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lainnya, sekitar 25% untuk modal kerja dan sekitar 20% untuk belanja modal," jelas dia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Adapun bersamaan dengan IPO, perseroan mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) sebanyak 0,17% dari jumlah saham yang ditawarkan atau sebanyak 1.262.600 lembar saham.
Dalam aksi koorporasi ini, perseroan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas lndonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.
Hingga akhir Maret 2019, pendapatan perseroan mencapai sebesar USD5,68 juta. Mengalami peningkatkan 3,37% dibandingkan pendapatan di akhir Maret 2018 yang sebesar USD5,50 juta.
Saat lni, Kencana Energi Lestari memiliki 3 proyek hydro power plant di Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 49 MW. Dari jumlah tersebut, proyek PLTA Pakkat berkapasitas 18 MW telah beroperasi di Sumatera Utara sejak awal tahun 2018.
Lalu proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW di Bengkulu yang sedang proses komisioning pada bulan Agustus-September 2019. Serta proyek PLTM Madong berkapasitas 10 MW yang sedang dalam tahap persiapan konstruksi dan berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.