nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rudiantara Sebut 100 Karyawan Bukalapak Kena PHK

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 11 September 2019 16:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 320 2103514 rudiantara-sebut-100-karyawan-bukalapak-kena-phk-l2fifHfkNV.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan e-commerce Indonesia, Bukalapak sudah terdengar ke pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Menurut dia, PHK karyawan Bukalapak terjadi karena dinamika dari perusahaan startup yang selalu berubah dengan cepat. Dirinya menerima laporan bahwa ada sekira 100 karyawan yang dipangkas.

"Saya dikasih tahunya ada 100 dari 2.600 karyawan. Kecil itu dari dinamika bisnis startup yang perubahannya sangat cepat. Menurut saya ini hal yang wajar," kata Rudiantara di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Baca Juga: Daftar Peringkat 15 Startup Indonesia, Bukalapak Nomor 1

Selain itu, para karyawan PHK Bukalapak juga diharapkan mampu membangun start up baru yang bisa menyerap tenaga kerja lainnya.

"Kita lihatnya sebetulnya di sillicon valley, model bisnisnya adalah karyawan itu keluar dari perusahaan established seperti Google. Mereka bikin startup baru. Bikin startup baru bikin ekosistem baru diakuisisi oleh Google. Saya berharap di Indonesia juga gitu. Jadi karyawan di unicorn dan decacorn berpikir bagaimana dia suatu saat keluar jadi startup dan jadi bagian dari ekosistem induknya sehingga nanti diakuisisi," tandasnya.

Sebelumnya, Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo mengakui adanya penataan di tubuh perusahaan. Seiring dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian maju dan beragam, penataan diri di dalam suatu perusahaan perlu dilakukan untuk mengikuti dinamika.

Baca Juga: Dikabarkan PHK Karyawan, Bukalapak Blakblakan Kondisi yang Sebenarnya

Menurutnya, hal ini untuk mendukung tujuan Bukalapak menjadi perusahaan yang terus tumbuh dan menciptakan dampak positif untuk Indonesia. Mengingat, saat Bukalapak berdiri 9 tahun yang lalu, perkembangan teknologi belum sepesat sekarang.

"Oleh karena itu, kami perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang kami, melakukan penataan yang diperlukan, serta menentukan arah selanjutnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/9/2019).

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini