nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Terombang-ambing karena Saham Microsoft dan Apple

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 08:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 20 278 2107114 wall-street-terombang-ambing-karena-saham-microsoft-dan-apple-ghGpaPMyW7.jpg Wall Street Mixed (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street ditutup bergerak dua arah (mixed) pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagu WIB) ditopang kenaikan saham Microsoft yang mampu mengimbangi tumbangnya saham Apple, sehari setelah The Fed menurunkan suku bunga acuannya.

Saham Microsoft naik 1,8% setelah berencana buy back saham USD40 miliar, sementara saham Apple (AAPL.O) turun 0,8%. Indeks S&P 500 pun berakhir flat dari posisi perdagangan sebelumnya.

 Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Saham-Saham Energi dan Turunnya Fed Rate

Seperti dilansir Reuters, Jakarta, Jumat (20/7/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,19% menjadi 27.094,79, sedangkan indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,07% menjadi 8.182,88. Indeks S&P 500 naik tipis ke 3.006,79.

"Pendapatan perusahaan terus berkembang, meskipun melambat, dan kami berharap akan berlanjut hingga 2020," kata Direktur Investasi Senior Bank Wealth Management AS Bill Northey.

 Baca Juga: Wall Street Galau Pasca-The Fed Turunkan Suku Bunga

“Kami melihat valuasi tinggi tetapi tidak ekstrim pada saat ini. Itu bukan sesuatu yang menyebabkan kita gregetan," katanya.

 Ilustrasi wall street

Sementara itu, indeks S&P 500 berada di bawah kurang dari 1% di bawah rekor penutupan tertinggi pada Juli karena investor menjadi lebih optimis tentang dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan China yang bertujuan meletakkan dasar bagi negosiasi perdagangan tingkat tinggi pada awal Oktober. Pelonggaran baru-baru ini dalam ketegangan perdagangan telah membantu tiga indeks utama pulih dari kerugian sejak Agustus.

"Ada sedikit lebih konstruktif akhir-akhir ini, tetapi jika ada semacam kesepakatan itu akan menjadi sangat kecil, kesepakatan mini, karena AS dan China masih sangat berjauhan dengan masalah-masalah utama," kata Kepala Investasi EventShares Ben Phillips.

Di sisi lain, ekspektasi penurunan suku bunga lanjutnya oleh The Fed juga mendorong sentimen. The Fed memberi sinyal akan memangkas kembali suku bunga acuannya namun tergantung data ekonomi AS.

Ilustrasi wall street

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini