nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Turunkan Suku Bunga Acuan hingga DP KPR dan Kendaraan Diperkecil, Ini Faktanya

Delia Citra, Jurnalis · Minggu 22 September 2019 09:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 21 20 2107681 bi-turunkan-suku-bunga-acuan-hingga-dp-kpr-dan-kendaraan-diperkecil-ini-faktanya-nhDWhYmVb2.jpg Bank Indonesia (Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha.

Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha.

Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (22/9/2019), Okezone akan merangkum fakta-fakta mengenai sektor perbankan. Berikut Faktanya:

 Baca juga: BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuannya Jadi 5,25%

1. BI kembali turunkan suku bunga acuannya

 

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate) sebesar 25 basis points (bps) atau 0,25%. Dengan demikian, suku bunga acuan BI menjadi berada di level 5,25% dari level 5,50%.

 Perry Warjiyo

Ini menjadi bulan ketiga Bank Sentral menurunkan suku bunga acuannya, setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019 memutuskan menahan suku bunga acuan. Adapun kini suku bunga Deposit Facility (DF) turun 25 basis menjadi 4,5% dan Lending Facility (LF) turun 25 basis poin menjadi 6,0%.

 Baca juga: Gubernur BI Minta Perbankan Segera Turunkan Bunga Deposito dan Kredit

“Setelah melakukan assement, Rapat Dewan Gubernr Bank Indonesia pada tangga 18-19 September memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019)

2. BI akan terus mencermati kondisi pasar

Perry menambahkan, BI akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga kebijakan. Penurunan ini, menurutnya, sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi yang etap rendah dan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik.

"Serta sebagai langkah pre emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan di tengah perlambatan ekonomi global," ucapnya

3. Aturan kredit kendaraan dan KPR dikendorkan

Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan pelonggaran loan to value atau finance to value (LTV/FTV) untuk kredit pembiayaan properti dan kendaraan bermotor. Aturan ini akan mulai berlaku mulai 2 Desember 2019 mendatang.

 Baca juga: Benarkah BI Ikut-Ikut The Fed Turunkan Suku Bunga? Ini Kata Gubernur Perry

Pelonggaran rasio LTV/FTV untuk pembiayaan properti dilonggarkan menjadi 5%. Sedangkan untuk kendaraan bermotor pada kisaran 5 hingga 10%.

Tak hanya itu, khusus kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan keringan uang muka menjadi hanya 5% saja. Selain kendaraan bermotor, BI juga memberikan tambahan keringan rasio LTV dan FTV untuk kredit atau pembiayaan properti.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pelonggaran LTV ataupun uang muka untuk kendaraan bermotor dan properti bertujuan untuk menumbuhkan kredit perbankan. Khususnya dalam pembiayaan bermotor baik dari sisi suplaynya maupun demand.

4. Uang muka KPR turun, pembelian rumah bisa langsung meroket?

Angin segar bagi sektor perbankan datang dari Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (DRRR) menjadi 5,25% atau turun sebesar 25 basis poin. Ini merupakan kali ketiga BI memangkas BI 7DRRR.

Tidak hanya itu otoritas moneter juga memberikan relaksasi Loan to Value (LTV) dan Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kepemilikan properti, baik rumah tapak, rumah tinggal maupun rumah kantor (rukan) dan rumah toko (ruko).

Relaksasi ini akan membuat uang muka yang dibayar debitur Kredit Pemilikan Rumah/ Apartemen (KPR/KPA) atau properti lainnya berkurang. Semakin longgar atau besar rasio LTV maka makin kecil uang muka atau DP yang disediakan konsumen.

5. Menko Darmin mempertegas bunga kredit harus turun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan suku bunga kredit perbankan seharusnya lebih cepat menurun setelah Bank Sentral memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate hingga 0,5% menjadi 5,5% dalam dua bulan terakhir.

"Karena suku bunga kebijakan yang turun, seharusnya arah yang lain juga menurun," kata Darmin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini