nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuannya Jadi 5,25%

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 14:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 20 2106814 bi-turunkan-suku-bunga-acuan-lagi-jadi-5-25-7pNcxWgtfw.jpg Konferensi Pers RDG BI September 2019 (Foto: Okezone.com/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI Rate) sebesar 25 basis points (bps) atau 0,25%. Dengan demikian, suku bunga acuan BI menjadi berada di level 5,25% dari level 5,50%.

Ini menjadi bulan ketiga Bank Sentral menurunkan suku bunga acuannya, setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019 memutuskan menahan suku bunga acuan. Adapun kini suku bunga Deposit Facility (DF) turun 25 basis menjadi 4,5% dan Lending Facility (LF) turun 25 basis poin menjadi 6,0%.

 Baca juga: BI Berani Ikuti Langkah The Fed Turunkan Suku Bunga?

“Setelah melakukan assement, Rapat Dewan Gubernr Bank Indonesia pada tangga 18-19 September memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019)

 Bank Indonesia

Perry menambahkan, BI akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga kebijakan. Penurunan ini, menurutnya, sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi yang etap rendah dan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik.

 Baca juga: Ini Prediksi Sri Mulyani soal RDG BI dan Ekonomi RI Kuartal III-2019

"Serta sebagai langkah pre emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan di tengah perlambatan ekonomi global," ucapnya

Sebelumnya, keputusan Rapat Dewan Gubernur untuk menurunkan suku bunga acuan ini sesuai dengan prediksi para ekonom. Misalnya Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam.

 Baca juga: Menko Darmin Sebut Bunga Kredit Bank Harus Turun

Piter menyebut ada beberapa pertimbangan mengapa dirinya memprediksi hal tersebut. Pertimbangan pertama adalah untuk merespon keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang beberapa saat lalu menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin atau 0,25%. 

“The fed kemarin mengumumkan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 1,75% – 2%. Ini menjadi langkah pemangkasan kedua yang dilakukan The Fed sepanjang tahun ini,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (19/9/2019). 

Menurut Piter, hal ini harus dimanfaatkan bank indonesia untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Dengan menurunkan suku bunga acuannya, maka aliran modal asing akan bisa semakin banyak yang masuk ke Indonesia. 

“Saya kira langkah the fed ini memperkuat keyakinan pasar bahwa likuiditas global akan lebih longgar hingga tahun depan. Sekaligus mendorong aliran modal asing masuk ke indonesia dan memperkuat rupiah,” jelas Piter

“Dengan pertimbangan itu saya meyakini BI hari ini akan menurunkan suku bunga,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini